oleh

Caleg Partai Golkar Tetap ‘Digaji’

Selama Lima Tahun

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Calon Legislatif (Caleg) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Lubuklinggau periode 2019-2024 tidak perlu khawatir jika tidak terpilih. Pasalnya Caleg yang mendapatkan 200 suara akan ‘digaji’ selama lima tahun oleh kader yang berhasil ‘duduk’ di DPRD Kota Lubuklinggau.

Hal ini disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Kota Lubuklinggau, H Rodi Wijaya, Rabu (15/8).

Rodi menjelaskan, kesepakatan tersebut tertuang dalam fakta integritas di poin ke enam, Caleg Partai Golkar yang duduk di DPRD Kota Lubuklinggau, mengembalikan uang kepada calon-calon yang tidak terpilih.

“Bersedia untuk mengembalikan uang kepada calon-calon yang tidak terpilih, apabila terpilih menjadi anggota DPRD Kota Lubuklinggau periode 2019-2024 yang disesuaikan dengan perolehan suara masing-masing calon dan diberikan selama lima tahun atau selama periode legislatif,” jelasnya kepada Linggau Pos setelah menandatangani fakta integritas di Hotel Abadi, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, kemarin.

Ditambahkannya, apabila tidak memenuhi dan melanggar apa yang menjadi kesepakatan bersama tersebut maka bersedia dipecat atau Pergantian Antar Waktu (PAW) dari kepengurusan Partai Golkar dan Anggota DPRD Kota Lubuklinggau.

“Melanggar di PAW,” tegasnya.

Ketua DPRD Kota Lubuklinggau itu mengatakan, fakta integritas dibuat per individu dan ditandatangani Caleg Partai Golkar Kota Lubuklinggau, serta Ketua dan DPD Partai Golkar Kota Lubuklinggau.

Untuk menjamin kepastian hukum tanda tangan dilakukan di atas meterai.

Menurut Rodi, di Kota Lubuklinggau baru Partai Golkar membuat fakta integritas terhadap kadernya yang nyalon legislatif.

Tentang isi fakta integritas itu, Rodi menjelaskan, pada poin pertama fakta integritas Caleg Partai Golkar percaya dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kedua apabila terpilih menjadi anggota DPRD Kota Lubuklinggau periode 2019-24 akan berperan secara aktif sebagaimana tugas pokok anggota legislatif yang senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat. Ketiga tidak melakukan perbuatan tercela yang merusak nama baik Partai Golkar. Ke empat, tidak akan terlibat dalam kegiatan transaksi dan pemakaian Narkoba atau zat terlarang lainnya.

“Poin ke lima, bersedia menyisihkan 10 persen dari penghasilan tetap setiap bulan untuk dana operasional Partai Golkar Kota Lubuklinggau,” tegasnya. (05)

Rekomendasi Berita