oleh

Caleg Meninggal Dunia Tidak Bisa Diganti

LUBUKLINGGAU – KPU Kota Lubuklinggau menjelaskan status Calon Legislatif (Caleg) yang meninggal dunia pasca penetapan Daftar Calon Tetap (DCT), dipastikan tak bisa diganti lagi. Maka, surat suara partai yang bersangkutan kemungkinan besar akan kosong dari nama Caleg yang meninggal dunia tersebut. Tapi, apabila namanya sudah tercetak di surat suara, kemudian dipilih, maka suara yang diperoleh akan masuk dalam suara Parpol, walaupun surat suara yang dicoblos tersebut atas nama Caleg yang sudah meninggal dunia. Demikian disampaikan Komisioner KPU Kota Lubuklinggau Divisi Teknis, Gatot Widjianto, Sabtu (5/2).

Menurut Gatot, pergantian Caleg memang sudah diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) No.20 Tahun 2018 tentang Pencalonan, dijelaskan dalam Pasal 34 ayat 1, bahwa calon yang meninggal dunia hanya bisa diganti paling lambat 13 hari sebelum ditetapkan sebagai Caleg. Kemudian, pasal 35 pada PKPU yang sama juga menerangkan bahwa peserta yang meninggal dunia tidak dapat diganti, KPU akan melakukan perubahan dengan mencoret Caleg yang bersangkutan tanpa mengubah nomor urut calon.

Untuk diketahui, satu diantara Caleg Partai Golkar, Lexi Yunicko meninggal dunia, Selasa (1/1) di Kota Lubuklinggau.

Nicko sapaannya mendapat nomor urut lima di Partai Golkar dengan berada di Dapil Lubuklinggau IV yang membawahi wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan Lubuklinggau Timur II. Nama, Nicko bersanding dengan sejumlah politisi senior Partai Golkar Kota Lubuklinggau, salah satunya, Rodi Wijaya yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Lubuklinggau.

Tak hanya bersaing dengan rekan sesama Parpol, Nicko juga harus melawan beberapa Caleg potensial lainnya, diantaranya mantan calon Walikota Lubuklinggau periode 2018-2023 H Rustam Effendi, Ketua DPC Partai Gerindra Hendri Juniansyah, Ketua DPC Partai Hanura Sutrisno Amin. Serta beberapa incumbent, seperti Yusri Daud, Rukma Dewi, Desri Zahri, termasuk Taufik Siswanto yang saat ini menjabat sebagai Wakil ketua I DPRD Kota Lubuklinggau.

Keputusan Nicko maju di Dapil Lubuklinggau IV, karena ia memiliki keluarga besar di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan Lubuklinggau Timur II, karena Nicko masih ada darah Tionghoa dan beberapa keluarga dari ayahnya berada di wilayah Dapil Lubuklinggau IV.

Atas meninggalnya Nicko keluarga besar Partai Golkar berduka, karena Nicko salah satu Caleg muda potensial yang mestinya masih mampu berkembang.

“Kami sangat berduka atas meninggalnya kader muda terbaik yang pernah kami miliki,” kata Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Kota Lubuklinggau, Yani Rizal. (aku)

Rekomendasi Berita