oleh

Cabuli Anak Tiri Divonis 12 Tahun Penjara

LINGGAU POS ONLINE- Marwan (38) divonis 12 tahun penjara, denda Rp10 juta dan subsider tiga bulan. Vonis itu dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau Fedinaldo H Bonodikun dengan Hakim Anggota Andi Barkan Mardianto SH dan Siti SH, serta Panitera Pengganti (PP) Marlina SH, Kamis (31/10).

Hakim Fedinaldo mengatakan warga Desa Mulyo Harjo, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas (Mura) itu terbukti sah bersalah melanggar Pasal 81 Ayat (1), (3) Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 76D UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Fedinaldo mengatakan, beberapa hal yang memberatkan terpidana bahwa perbuatan terdakwa mengakibatkan korban Bunga (12) mengalami rasa sakit dan nyeri pada kemaluannya. Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya.

Setelah majelis hakim membaca putusannya, Fedinaldo mempertanyakan atas putusan yang telah dijatuhkan terhadap terdakwa.

“Terdakwa, barusan dari pihak kami sudah mengeluarkan vonis bagi terdakwa. Bagaimana, terdakwa menerima atau pikir-pikir?” tanya Ketua Majelis Hakim.

Marwan pun terdiam.

Setelah beberapa waktu, saat Majelis Hakim kembali mempertanyakan, Marwan angkat bicara, “Saya terima pak hakim,” singkatnya sambil menundukkan kepala.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmawati pun mengiyakan. Kemudian Ketua Majelis Hakim Fedinaldo pun mengetuk palu peradilan tanda sidang usai.

Sedikit mengulas, pada Kamis (24/10) dalam agenda tuntutan terdakwa Marwan dituntut 13 tahun penjara ditambah denda sebesar Rp 10 juta dan enam bulan dikurangi masa tahanan oleh JPU Rahmawati SH. Hal ini berbeda dengan vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim yang hanya dua belas tahun penjara.

Adapun dari pembacaan dakwaan sebelumnya, terkuak kronologis kejadian bermula Kamis 7 Desember 2019 terdakwa telah melakukan tindakan pidana asusila terhadap korban Bunga (12) yang terjadi di rumahnya, Kecamatan BTS Ulu.

Berdasarkan keterangan saksi saudari tiri korban, Eka Febriyanti serta ayah tiri korban (terdakwa, red) sedang menciumi korban dan pada saat itu korban Anggun sedang tidur di kamar bersama saksi Eka Febrianti.

Tiba-tiba korban terbangun lalu membuka mata dikarenakan korban merasa geli.

Saat itu korban tidak melihat saksi Eka di kamar. Korban hanya melihat ada terdakwa Marwan.

Lalu terdakwa mengancam sambil berkata “Diam nanti saya kasih uang dengan handphone terus korban berlari”.

Akan tetapi tangan korban ditarik terdakwa kemudian badan korban dibaringkan kembali oleh terdakwa langsung menyekap atau menutupi mulut korban dengan menggunakan tangan kiri terus terdakwa melakukan tindak asusila terhadap korban.

Tidak beberapa lama terdengar ada orang melintasi rumahnya dengan sepeda motor. Lalu terdakwa lari ke kamar mandi. Sementara korban melihat bercak darah di kemaluannya.

Korban langsung memakai celana sambil menangis ketakutan. Korban merasa malu dan mengalami trauma mendalam.

Akibat aksi bejatnya itu, Marwan ditangkap polisi.

Laporan Apriyadi

Rekomendasi Berita