oleh

Cabuli Anak Tiri, Dituntut 14 Tahun

JAKSA Penuntut Umum (JPU) Rahmawati menuntut Fikrianto (31) 14 tahun penjara, denda Rp10 juta, subsider enam bulan penjara.

Warga SP.5 Desa Suka Makmur, Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Mura ini dituntut seberat itu, karena menurut JPU, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan persetubuhan terhadap anak tiri, sebut saja Bunga (12).

Tuntutan tersebut dibacakan JPU dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Kamis(10/1).

Sidang dipimpin Hakim Syahreza Papelma SH,MH, didampingi Hakim Anggota Indra Lesmana SH dan Andi Barkan SH,MH serta Panitera Pengganti (PP) Boy Hendra Kusuma, SH.

Menurut JPU, ayah tiri ini melanggar Pasal 81 ayat (1) (3) UU No.17 Tahun 2016 tentang perubahan UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Jo Pasal 76D UU No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Adapun hal yang memberatkan terdakwa, perbuatan terdakwa dilakukannya kepada anak di bawah umur, bahkan statusnya anak tirinya sendiri. Sedangkan hal yang meringankan bahwa terdakwa mengakui perbuatannya.

Ayah tiri ini, memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim. Setelah mendengarkan tuntutan JPU dan permohonan terdakwa, majelis hakim menunda sidang sepekan.

Sebelumnya berdasarkan surat dakwaan JPU, perbuatan terdakwa terjadi Selasa 20 September 2016 sekitar pukul 15.20 WIB.

Bermula terdakwa baru pulang dari kebun dan melihat korban sedang tertidur di ruang tengah rumahnya.
Melihat kondisi anaknya tersebut, sang ayah tiri mulai melancarkan aksi bejatnya dengan cara membuka celana korban dan aksi persetubuhan tersebut tidak bisa dihindarkan.

Saat itu, korban sempat terbangun lantaran merasa sakit di kemaluannya, lalu terdakwa berkata.

”Jangan diomong samo ibu, kalau diomong saya bisa cerai,” dan terdakwa melanjutkan mempersetubuhi korban.

Kemudian, beberapa hari kemudian, perbuatan terdakwa ini diketahui oleh istrinya. Kasus ini langsung dilaporkan ke polisi, hingga terdakwa ditangkap. (awj)

Rekomendasi Berita