oleh

Cabuli Anak Tiri Dihukum 10 Tahun

LUBUKLINGGAU – Terbukti melakukan pencabulan terhadap anak tirinya, M Syahroni (40) dihukum 10 tahun penjara. Demikian terungkap di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Kamis (31/1).

Menurut majelis hakim yang diketuai Alimin Ribut dengan Hakim Anggota Syahreza Papema dan Indra Lesmana, terpidana melanggar Pasal 82 ayat (1), (2) Undang-Undang (UU) No.17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 76e UU No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Dikatakan hakim Alimin, yang juga Ketua PN Lubuklinggau, terpidana yang didampingi penasihat hukumnya, Darmansyah maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahmawati mempunyai kesempatan yang sama untuk pikir-pikir, banding atau menerima putusan yang sudah dijatuhkan.

Tapi, dengan jelas terpidana langsung menerima putusan yang sudah dijatuhkan majelis hakim.

“Saya terima putusannya pak hakim,”katanya.

JPU Rahmawati juga menerima putusan yang sudah dijatuhkan majelis hakim. Kendati sebelumnya JPU menuntut selama 13 tahun penjara denda Rp10 juta subsidair enam bulan penjara.

Seperti diketahui, aksi cabul dilakukan terpidana Selasa 17 Juli 2018 sekitar pukul 16.30 WIB di kediamannya. Setelah buron selama empat bulan, terpidana akhirnya berhasil diringkus, Kamis 15 November 2018 sekitar pukul 17.00 WIB di Desa Jajaran Baru Kecamatan Megang Sakti.

Namun sebelumnya, yakni Kamis 19 Juli 2018, terpidana kabur ke Pulau Jawa dan terakhir di Kecamatan Nibung, Musi Rawas Utara (Muratara).

Berhasil diringkusnya terpidana setelah pihak Polsek Megang Sakti melakukan pendekatan kepada keluarga. Kemudian terpidana dipancing, bahwa istrinya memintanya pulang, dengan alasan istrinya telah memaafkan dan mengajak rujuk.
Karena itulah, akhirnya terpidana pulang ke Megang Sakti. Berdasarkan informasi perangkat desa, diketahui tersangka sudah pulang, petugas langsung bergerak. Hanya saja warga yang mengetahui keberadaan tersangka menjadi beringas, mereka memukuli tersangka.

Sementara kronologis kejadiannya, saat di rumah hanya ada tersangka dan korban. Saat itu korban hendak bermain keluar rumah, namun tersangka tidak mengizinkannya.
Lalu, oleh terpidana, korban dipaksa masuk ke kamar dan berbaring. Saat inilah terpidana melakukan aksi bejatnya. Setelah puas, tersangka keluar dari kamar.

Setelah disetubuhi, kemaluan korban terasa nyeri dan sakit. Sehingga Kamis 19 Juli 2018 sekitar pukul 11.00 WIB, sepulang sekolah, korban menceritakan peristiwa yang menimpanya kepada ibu kandungnya.

Mendengar cerita dari korban, ibunya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Megang Sakti. (aku)

Rekomendasi Berita