oleh

Cabuli Anak SMP, Residivis Pencabulan Divonis 5 Tahun Penjara

LINGGAUPOS.CO.ID – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau memvonis Terdakwa Muhammad Samsuri alias Ateng (32) dengan hukuman lima tahun penjara, denda 10 juta, dan subsider tiga bulan penjara.

Vonis itu dibacakan Ketua Majelis Hakim, Andi Barkan dibantu Hakim Anggota Lina Safitri dan Ferdian Martin dengan Panitera Pengganti (PP) Ahmad Irpansih. Sedangkan terdakwa didampingi penasihat hukumnya Riki, Selasa (23/3) siang.

Vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebab sebelumnya, JPU Kejari Lubuklinggau, Yuniar menuntut terdakwa dengan tujuh tahun penjara.

Petani yang merupakan warga Dusun IV Podak Raya, Desa Mandi Aur, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Mura ini disidangkan karena melakukan tindak asusila dengan melakukan pencabulan terhadap bocah kelas IX SMP inisial WK (15).

Ketua Majelis Hakim, Andi Barkan dalam vonisnya mengungkapkan, berdasarkan fakta-fakta di persidangan, terdakwa secara sah melanggar Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76 E Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Maka terdakwa divonis dengan Lima tahun penjara, denda 10 juta, dan subsider tiga bulan penjara

Andi Barkan menegaskan, hal yang memberatkan terdakwa Muhammad Samsuri alias Ateng, bahwa terdakwa merusak masa depan korban, terdakwa pernah dihukum atau residivis kasus yang sama dan tidak ada perdamaian. Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan jujur di persidangan dengan mengakui perbuatannya.

Ketua Majelis Hakim, Andi Barkan lalu bertanya kepada terdakwa dan JPU atas Vonis tersebut.

Terdakwa dan JPU nyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut.

Maka, Ketua Majelis Hakim, Andi Barkan memberikan waktu pikir-pikir selama tujuh hari jam kerja, lalu sidang ditutup.

Sekedar mengingatkan tentang peristiwa yang menyebabkan terdakwa Ateng berhadapan dengan hukum.

Bahwa Terdakwa Muhammad Samsuri alias Ateng (33) Minggu 7 Desember 2020 sekira pukul 01.00 WIB di Simpang Terawas, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Mura melakukan perbuatan cabul. Korbannya adalah pacar terdakwa inisial WK (15).

Awalnya WK bermaksud untuk pergi dari rumah karena  korban sudah tidak tahan dengan kedua orang tuanya yang sering kali bertengkar. Mendengar keinginan dari korban tersebut, terdakwa yang sudah beristri dan punya anak ini mengajak korban, untuk pergi bersama menuju ke Kota Jambi ke tempat keluarga terdakwa tanpa diketahui oleh orang tua korban.

Dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo warna putih, terdakwa menjemput korban di pinggir jalan Desa Tanjung Lama.

Namun di perjalanan turun hujan, sehingga terdakwa mengajak korban untuk berhenti di warung yang sudah tutup di simpang Terawas, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Mura.

Lalu terdakwa mengajak korban untuk berbaring di atas meja dengan mengatakan “nggulinglah disikak bae.”

Di situlah terjadi pencabulan.

Tidak lama kemudian hujan sudah berhenti, maka terdakwa dan korban kembali melanjutkan perjalanannya ke Kota Jambi. Pada hari kejadian itu, orang tua korban yakni IM (47) mencari anaknya, tapi belum ditemukan.

Selasa (8/12) orang tua korban datang ke Polres Mura, untuk melaporkan anaknya yang hilang.

Karena korban bawah umur, kasusnya ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Mura, bersama Tim Landak Polres Mura melakukan pencarian. Akhirnya tersangka bersama korban dicegat ketika keduanya dari Sarolangun Jambi ke Lubuklinggau, Rabu (9/12). Keduanya dibawa ke Polres Mura untuk dimintai keterangan.

Dari korban dilakukan pemeriksaan pada Rumah Sakit Daerah (RSD) Siti Aisyah dengan hasil visum Et Revertum No.SA/RSUD.SAVER/XIN/2020, 14 Desember 2020 dengan hasil pemeriksaan dalam tak tampak selaput sedangkan dari pemeriksaan luar tampak luka lecet kemerahan di sekitar puting susu kanan, terdapat darah, dan lecet kemerahan. (*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita