oleh

Cabuli Anak Kandung, Dituntut 13 Tahun Penjara

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Paryono (27) dituntut 13 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anton Sujarwo SH. Tuntutan itu dibacakan saat sidang di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Selasa (9/10).

Paryono yang merupakan warga Desa Sido Makmur, Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Muko-Muko Provinsi Bengkulu, diduga telah mencabuli anak kandungnya, sebut saja Bunga (5).

Sidang ini dipimpin Majelis Hakim Tatap Situngkir, SH dengan Hakim Anggota Hendri Agustian SH, MH dan Ferdinaldo SH, MH, dengan Panitera Pengganti (PP), Boy Hendra Kusuma SH.

“Menyatakan terdakwa Paryono terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 76 E Jo pasal 82 Ayat (2) Undang-Undang (UU) RI No.35 Tahun 2004 tentang perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Menuntut terdakwa Paryono pidana penjara 13 tahun dikurangi masa tahanan, denda Rp5 miliar dengan subsidair tiga bulan,” kata JPU dalam Sidang.

Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa membuat korban mengalami trauma, membuat korban dan keluarganya menanggung malu, bahkan perbuatan terdakwa membuat masa depan anak rusak. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya.

Setelah JPU Anton Sujarwo selesai membacakan tuntutannya, terdakwa memohon keringanan hukuman dan menyesali perbuatannya. Kemudian sidang ditunda hingga Selasa (16/10).

Berdasarkan dakwaan, JPU Anton Sujarwo SH, kasus pencabulan ini bermula, Sabtu (9/6) sekitar pukul 10.00 WIB, korban dijemput oleh neneknya di Kota Lubuklinggau. Ia diajak menginap di rumah nenek, di Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Kemudian Selasa (12/6) sekitar pukul 07.00 WIB, korban dijemput terdakwa diajak ke rumahnya di Kecamatan Megang Sakti. Selanjutnya Rabu (13/6) pagi, ibu terdakwa (nenek korban dari ayahnya, red) pergi ke kebun untuk bekerja.

Korban hanya berdua dengan ayahnya. Oleh sang ayah, korban diajak pergi melihat kambing di kebun. Setelah melihat–lihat kambing. Kemudian keduanya mandi di sungai.

Setelah itu, terdakwa memakaikan pakaian anaknya. Terdakwa selanjutnya, mengajaknya ke pondok yang berada tak jauh dari sungai. Di pondok itulah, terdakwa diduga mencabuli anak kandungnya sendiri.

Setelah melakukan aksi bejatnya, terdakwa memberikan uang kepada korban. Terdakwa berkata “Jangan kasih tau mamak yo”.

Kemudian korban diajak pulang dan diantar ke kediaman neneknya di Kecamatan Tugumulyo. Di kediaman sang nenek, ternyata sudah menunggu ibu kandung korban inisial Ahm.

Lalu korban pulang bersama ibunya pulang ke Kota Lubuklinggau.

Kemudian, Kamis (14/6) saat korban buang air kecil, ia merasa kesakitan, bahkan menangis. Kemudian Amh, melihat celana dalam korban ada darah. Ketika ditanya, korban menceritakan kejadian yang menimpanya.
Selanjutnya, Senin (18/6) korban dibawa ke rumah sakit oleh ibunya, karena di kemaluan korban mengeluarkan nanah. Kasus ini selanjutnya dilaporkan ke Polres Mura. (cw1)

Rekomendasi Berita