oleh

Butuh Sosialisasi Lebih Lama

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Belum siapnya menerapkan sistem e-Voting saat Pemilihan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Musi Rawas, juga dibenarkan oleh Ketua Pusat Kajian Politik dan Hukum Silampari, Abdul Aziz. Senin (25/12), ia pun menilai hal yang sama, saat diminta menjadi pendamping hukum kandidat No. 1 dan 2 di Desa Muara Kati Baru II.

“Karena kita ambil contoh di Desa Muara Kati Baru II saja, diakui secara langsung oleh panitia dan Camat, kalau mereka dan masyarakat di sana belum siap menggunakan sistem e-Voting. Untuk itu, kami pun sepakat kalau dewan mengusulkan agar sistem ini dikaji ulang,” kata Abdul Aziz, Senin (25/12).

Ia sepakat, kalau pemerintah harus melakukan persiapan yang lebih matang.

“Ini kan hal baru untuk masyarakat. Mereka harus berhadapan dengan alat teknologi. Bisa saja cepat, ketika yang kita sosialisasikan anak muda. Namun bagaimana untuk masyarakat yang sudah usia lanjut, yang butuh lebih banyak sosialisasi. Karena dalam Pemilu, baik itu kaum muda maupun lanjut usia sama hitungannya, satu suara. Belajar dari kasus di Desa Muara Kati Baru II, penerapan sistem ini setengah dipaksakan. Bagaimana bisa hanya sekejap hasilnya bisa berubah. Belum lagi panitia yang tidak paham dan memegang aturan hukum. Dan lebih dipertanyakan lagi, kenapa ada suara abstain namun surat suara dan pemilih cocok,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya menyarankan, agar pemerintah lakukan persiapan lebih lama lagi.

“Sosialisasikan kepada seluruh masyarakat lebih lama lagi, dan lakukan dengan sungguh-sungguh. Pemerintah pun sudah seharusnya jujur, saat menerapkan sistem ini,” harapnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita