oleh

Butuh Listrik Tenaga Surya untuk Pembelajaran

Koko Triantoro, S.Pd, Guru Garda Depan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara), Jumat (14/12) melantik CPNS, yang juga dari program Guru Garda Depan (GGD). Salah satunya yang dilantik, adalah Koko Triantoro, S.Pd.

Laporan Fahmilan Jadidi, Muratara

Koko begitu Koko Triantoro biasa dipanggil, bukan penduduk asli Muratara. Ia lahir di Bangun Sari Kabupaten OKU Timur, 27 September 1989.

Sekolahnya juga kebanyakan di sana, mulai dari SDN 1 Liman Sari Buay Mandang OKU Timur, MTs Darul Ulum Buay Bahuga Lampung Utara dan MAN 1 Metro, Lampung.

Koko hobi olahraga, namun cinta dengan dunia pendidikan, makanya menamatkan kuliahnya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengambil jurusan IPA.

Selama berada di bangku kuliah, ia sering mengikuti berbagai macam perlombaan. Makanya sudah puluhan penghargaan yang diraih.

Alumni MAN 1 Metro ini, juga aktif di organisasi kampus. Selain penghargaan di dunia pendidikan, ia juga banyak mendapatkan penghargaan lainnya.

Bahkan Koko, adalah dai yang pandai dalam melantunkan ayat Alquran, sehingga banyak penghargaan dari MTQ yang telah diikutinya.

Sebelumnya mengabdi di Muratara. Koko pernah mengabdi di Ende Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) angkatan II. Juga pernah mengajar di beberapa sekolah dan lembaga bimbingan belajar.

2017 ia pun masuk ke Muratara, tepatnya di SD Lokal Jauh Tebing Tinggi Ulu Minak Desa Embacang Lama Kecamatan Karang Jaya melalui Program Guru Garda Depan (GGD) Kementrian Pendidikan. Lokasi tempatnya mengajar ini, 1,5 jam dari pusat desa terdekat.

Diakuinya, menjadi GGD banyak kendala yang dihadapi, mulai dari minimnya fasilitas, media pembelajaran yang kurang, juga jarak tempuh siswa yang memakan waktu 45 menit saat berangkat ke sekolah.

“Saya akhirnya mengajukan proposal ke pemerintah dan pihak-pihak lain,” jelasnya.

Ternyata proposal yang dibuat berupa video, direspon sebuah yayasan. Bahkan langsung survei ke lapangan.

Setelah proposal cair, dibelikanlah perahu ketek untuk mempermudah siswa ke sekolah. Juga dibangun fasilitas lainnya.

“Bahkan saat ini, kami sedang proses pembangunan masjid dan jembatan,” jelasnya.

Ia juga berharap adanya, bantuan dari pemerintah berupa listrik tenaga surya untuk penerangan juga untuk keperluan pembelajaran di malam hari.

Terakhir, Koko juga berpesan terkhusus kepada guru-guru yang ada di Muratara, agar sama-sama bergerak membangun daerah.

“Banyak masyarakat di pelosok yang belum mampu untuk memulai. Mari kita gerakkan mereka untuk memulai hal yang positif, sebagai tenaga pendidik jangan abaikan mereka, mari peduli pada masyarakat sekitar,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi Berita