oleh

Butuh Dokter Spesialis Anestesi

RSUD Rupit terletak di Jl Kesehatan Nomor 1, Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. Sebagai satu-satunya fasilitas tingkat lanjutan di Kabupaten Muratara, rumah sakit ini berupaya maksimal dalam meningkatkan kualitas layanan.
Untuk tahu lebih lanjut bagaimana upaya itu. Berikut hasil wawancara dengan Direktur RSUD Rupit, dr Jerri.

Apa kabar dok?

Baik. Apa yang bisa kami bantu?

Layanan apa saja yang tersedia di RSUD Rupit, dok?

Banyak ya. Untuk layanan primer kami siap. Terutama rawat jalan. Terdiri dari Poli Umum, Penyakit Dalam, Penyakit Anak, Bedah, Kebidanan dan Poli Gigi. Kami juga tersedia Pelayanan Laboratorium, Rontgen, Unit Transfusi Darah,Instalasi Farmasi dan UGD 24 Jam.

SDM yang ada saat ini, masuk kategori cukup atau kurang?

SDM kami keseluruhannya 311 orang. Itu sudah termasuk dokter, perawat, bidan sampai cleaning service.

Untuk kekurangan SDM-nya dok?

Kami sangat membutuhkan dokter anestesi minimal 1 orang. Sebenarnya kami ada tiga penata anestesi. Namun, untuk dokter spesialis anestesinya masih menggunakan dr Indra Fu Yanto dari RSUD dr Sobirin.
Kami butuh minimal satu saja dokter spesialis anestesi, karena kami punya Kamar Operasi dan Intensive Care Unit (ICU) . Jadi kami sangat butuh. Saat ini, kalau mau operasi kami memakai jasa penata anestesi. Nah, penata anestesi ini koordinasi dengan dr Indra Fu Yanto.

Untuk dokter spesialis yang meng-handel layanan dasar pak?

Kalau ketersediaan dokter spesialis yang meng-handel layanan dasar lengkap. Seperti dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis bedah dan dokter spesialis kebidanan) lengkap. Itu ada semua.

Nah, selama proses operasional. Adakah teknis internal yang dilakukan RSUD Rupit untuk memonitoring dan evaluasi kinerja SDM kita dok?

Monev-nya ada. Terutama untuk tenaga keperawatan. Keterampilan perawatnya sampai batas nama itu kami refresh terus. Mereka juga diikutsertakan dalam pelatihan maupun ujian. Untuk melihat sejauh mana keterampilan mereka, mahir atau tidak. Pelatihan sering dilakukan di rumah sakit. Penunjang agar SDM yang ada di RSUD Rupit ini lebih mahir.

Bagaimana dengan ketersediaan kamar dan fasilitas lain dok?

Kami punya 87 tempat tidur. Ini juga lengkap, ada kelas utama, VIP, kelas 1, kelas 2 dan kelas 3.

Pernahkah secara internal melakukan studi banding, untuk mencari inspirasi dalam berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan?

Iya tentu. Ini penting kami lakukan. Selama ini, studi bandingnya ke RS Siti Aisyah Lubuklinggau, Rumah Sakit Blambangan, dan Rumah Sakit Tabanan Bali. Untuk realisasi dari apa yang kami dapat selama studi banding dilakukan secara bertahap.

Untuk 2018, adakah program promotif yang akan dilakukan RSUD Rupit? Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang RS berikan.

Sebenarnya, kalau promotif tidak ada. Itu lebih pada Poksi-nya Dinas Kesehatan. Kalau kami fokus pada pengobatan dan rehabilitatif. Baik melalui rawat jalan maupun tingkat lanjutan. Program promotifnya, ya kami berusaha memberikan layanan terbaik saja. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita