oleh

Butuh Apoteker dan Analisis Laboratorium

Kepala UPT Puskesmas Karang Jaya, Muratara dr Henny
“Bukan tidak mau menambah petugas, karena anggaran tidak ada..”

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Unit Pelaksana Tugas (UPT) Puskesmas Karang Jaya sangat membutuhkan tenaga apoteker dan analisis laboratorium. Selain itu, instansi ini juga kekurangan mobil Puskesmas Keliling untuk ke desa-desa.

Hal itu disampaikan Kepala UPT Puskesmas Karang Jaya, Muratara dr Henny , Jumat (5/1).

Bahkan, UPT Puskesmas Karang Jaya sampai sekarang tidak ada satpam, petugas cleaning service juga hanya satu.

“Bukan tidak mau menambah petugas, karena anggaran tidak ada,” tutur dr Henny.

Lebih lanjut, Henny menambahkan, untuk data pasien di rawat inap di UPT Kecamatan Karang Jaya selama tahun 2017, sejak Januari hingga Desember yakni sebanyak 213 pasien. Sementara untuk pasien rawat jalan sebanyak 4.581 pasien.

“Untuk jenis penyakit yang dominan diderita pasien, masih terekap sampai Juni 2017, sementara untuk Juli hingga Desember 2017 masih dalam proses perekapan, karena masih ada yang belum dilaporkan oleh petugas di desa,” tambahnya.

Sementara untuk data yang penyakit yang terekap yang diderita masyarakat hingga Juni 2017 yakni tertinggi penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), diikuti penyakit diare, hypertensi, sistem otot dan jaringan pengikat, alergi kulit, kecelakaan, asma, kulit infeksi, gangguan gigi, dan penyakit mata.

Sedangkan pasien rawat inap sejak Januari didominasi oleh suspek TB paru, Februari, Maret didominasi oleh Gastritis, April Suspek Typoid, Mei kembali Gastritis, dan Juni didominasi oleh pasien penderita vertigo.

“Itu kalau data pasien baik rawat inap maupun rawat jalan hingga dan jenis penyakit tertinggi Januari hingga Juni 2017 lalu, untuk keseluruhan akan terekap semua pada akhir Januari atau awal Februari, Jadi baru diketahui penyakit apa saja tertinggi di Kabupaten Muratara selama setahun,” terangnya.

Disinggung Angka Kematian Ibu dan Bayi, Henny menjelaskan, AKI sebanyak satu orang yakni dari Desa Suka Menang. Sementara AKB sebanyak tujuh bayi.

“Alhamdulillah, AKB menurun dibandingkan tahun 2016 lalu yakni 12 kasus,” imbuhnya. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita