oleh

Buron Pembunuhan Piko Ditangkap

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Masih ingat kasus penikaman di sebuah pesta pernikahan di kediaman Padilah (47) Desa Lubuk Kuta Kecamatan Kikim Timur pada 22 Oktober lalu, hingga menyebabkan tewasnya Piko Riwanto (23), warga Desa Seronggo? Ya, setelah sempat buron selama hampir dua pekan, pelaku pembunuhan yang diketahui berinisial YAP (27) akhirnya berhasil ditangkap, setelah diserahkan oleh Kepala Desa (Kades) Tandan Raja bertempat di kediaman SY, di Desa Pagar Sari, Jumat (3/11) sekitar pukul 04.30 WIB.

Mengulas kembali kronologis pembunuhan yang terjadi di tengah hiburan malam Organ Tunggal (OT) ini, Kapolres Lahat, AKBP. Roby Karya Adi, SIK melalui PAUR Humas Ipda. Sabar Tunut mengatakan, berdasarkan fakta hasil penyidikan diketahui bahwa penikaman terjadi di atas panggung lantaran ketersinggungan YAP terhadap korban yang seketika merampas mikrofon saat pelaku tengah bernyanyi.

Tak hanya sekedar merampas mikrofon, korban juga diketahui menerjang bagian perut pelaku hingga membuat YAP pun terjatuh.

“Mendapat perlakuan tersebut, YAP spontan langsung menikam bagian bahu atas Piko dengan senjata tajam jenis pisau Cap Garpu. Dan korban pun langsung tersungkur,” terang Sabar.

Usai menikam korban, pelaku kemudian langsung bergegas meninggalkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) menuju rumahnya di Desa Lubuk Kuta, seraya membuang pisaunya ke aliran Sungai Ayek Kikim yang berada tidak jauh dari kediamannya. Sekitar pukul 16.00 WIB, YAP melanjutkan pelariannya menuju Talang yang berada di Desa Lubuk Tampang dengan melalui jalan perkebunan, untuk selanjutnya menuju Kota Lahat.

“Merasa terancam oleh keluarga korban, sekitar pukul 22.00 WIB, pelaku kemudian melanjutkan lagi pelariannya dengan menumpang mobil travel tujuan Kota Palembang,” ulasnya.

Berkat penggalangan melalui pendekatan persuasif yang dilakukan Unit IV Satuan Intelijen Keamanan (Intelkam) Polres Lahat terhadap pihak keluarga pelaku dan Kades, akhirnya YAP pun berhasil diciduk. Guna menghindari kemungkinan terjadinya aksi anarkis dari pihak keluarga korban, penanganan terhadap pelaku akhirnya diserahkan ke Mapolres Lahat.

“Disamping itu, jajaran Polres Lahat juga terus berupaya meredam emosi pihak keluarga korban dengan melakukan penggalangan. Sehingga, keluarga korban diharapkan dapat mempercayakan proses hukum kepada Polres Lahat,” ujarnya. (02)

Komentar

Rekomendasi Berita