oleh

Bupati Muratara Sahur Bersama Santri Tahfidz Quran

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) menyambut santriwan-santriwati tahfidz Quran yang dipondokkan oleh Pemkab Muratara.

Penyambutan tersebut dipimpin Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat bersama Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, Lia Mustika Syarif, Sekretaris Daerah (Sekda), H Abdullah Makcik dan beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemkab Muratara di kediaman Bupati Muratara, Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Minggu (3/6).

360 santri tersebut hampir satu tahun disekolahkan ke beberapa Pondok Pesantren (Ponpes), baik di Sumatera Barat, Demak, Jombang dan Prenduan Al Amin Madura dan Gontor Jawa Timur.

Untuk kali pertama pulang ke daerah asal lantaran libur dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah. Setelah tiba di ‘Bumi Beselang Serundingan’ para santri dijamu langsung oleh bupati sekaligus sahur dan Salat Subuh berjemaah.

“Alhamdulillah, pertama kali kita melaksanakan sahur bersama di kediaman kami, dengan rasa bangga karena sahur bersama para santriwan-santriwati yang merupakan kader-kader Qurani Muratara,” kata HM Syarif Hidayat, dini hari tadi.

Anak-anak sekalian, dilanjutkannya, inilah upaya pemerintah daerah dalam membangun mental spiritual generasi ke depan. Selain pembangunan fisik nikmatilah APBD, kami ikhlas uang daerah untuk menciptakan kader-kader hafidz dan hafidzoh, hafal hadist-hadist yang pandai berbahasa Arab dan Inggris.

Dalam jamuan itu juga, Sekda Kabupaten Muratara, H Abdullah Makcik, memotivasi para santri untuk bersemangat dan belajar mondok dengan sungguh-sungguh.

“Anak-anakku harus semangat dan bangga, karena dapat menempuh pendidikan dengan dibantu pemerintah, kalau dulu tidak ada pemerintah menyekolahkan ke ponpes, jadi bahagialah anak-anak sekalian yang berkesempatan mengikuti pendidikan di Ponpes,” sampainya.

Menurut Abdullah Makcik, untuk bisa bahagia di dunia dan akhirat, maka harus memiliki ilmu pengetahuan yang semuanya ada dalam Alquran.

“Selamat kembali ke desa masing-masing, namun akhir Juni 2018 harus kembali ke Ponpes. Guna meneruskan mencari ilmu,” tutur H Abdullah Makcik.(12)

Rekomendasi Berita