oleh

Bupati Kecewa Jajarannya Diringkus Saber Pungli

Bupati Muratara, H Syarif Hidayat
“Saya ingat betul, saat melantik Tim Saber Pungli dan setiap apel serta di beberapa pertemuan mengingatkan jangan melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Apalagi Pungli, atau meminta fee proyek…”

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Bupati Musi Rawas Uatara (Muratara), HM Syarif Hidayat mengaku terkejut salah seorang jajarannya tertangkap oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Selasa (14/11) lalu.

“Saya terkejut dan saya kecewa, saya lagi di rumah dihubungi kalau ada pegawai ditangkap oleh Tim Saber Pungli,” kata Syarif Hidayat saat diwawancarai oleh Linggau Pos, Kamis (16/11).

Saat ini, sudah dibawa ke Polda Sumatera Selatan (Sumsel), silakan diproses secara hukum.

“Saya ingat betul, saat melantik Tim Saber Pungli dan setiap apel serta di beberapa pertemuan mengingatkan jangan melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Apalagi Pungli, atau meminta fee proyek. Tentunya selaku pembina kepegawaian, tidak henti-hentinya mengingatkan kepada para jajaran jangan melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Apalagi melanggar aturan,” terangnya.

Yang jelas, sebagai pemerintah daerah ia sangat terkejut mendegar kabar berita adanya ASN di Kabupaten Muratara yang tertangkap Saber Pungli.

“Sekarang dia sudah diamankan di Polda. Silakan proses sesuai hukum yang berlaku, kita menghormati hukum dan untuk pelaku silakan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.
Saat ditanya oleh awak media terkait, ada tidak bantuan hukum terhadap tersangka, Syarif Hidayat menjelaskan saat ini pihak Pemkab Muratara sedang berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk Pengacara sebagai bantuan hukum.

“Sedang konsultasi dengan pihak keluarga pelaku jika pihak keluarga menyiapkan pengacara ya silakan tapi kalau pihak keluarga menyerahkan ke Pemkab Muratara kita siapkan,” ungkapnya.

Selanjutnya untuk penetapan status kepegawaian, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan surat resmi dari Polda Sumsel.

“Jadi kita tunggu hasilnya, terkait statusnya, Jika sudah jelas nanti baru kita berikan sanksi sesuai aturan ASN, untuk saat ini Ardiansyah kita bebaskan dulu dari jabatannya,” tegasnya.

Sebelumnya, Diketahui pada Selasa (14/11) pukul 18.15 WIB. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Muratara, Adriansyah (47), tertangkap tangan oleh Tipikor Polda Sumsel, tepatnya di Rumah Makan Pagi Sore Kota Lubuklinggau.

Dalam penangkapan tersebut diamankan barang bukti uang sebanyak Rp 50 juta pecahan 100 ribu, uang Rp 14 juta pecahan seribu hingga 50 ribu, dua unit HP, CCTV, tas, dan satu unit mobil dinas. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita