oleh

Bupati Bersaksi di Sidang OTT

M Syarif Hidayat Bersaksi:

“Eman Budi datang ke rumah saya pada malam hari dalam rangka mau meminta maaf dan Budi bercerita bahwa OTT ini otaknya inisal BA dan dibiayai seseorang…”

LINGGAU POS ONLINE, PALEMBANG – Sidang kasus dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terdakwa Sekretaris Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Ardiansyah berlangsung, Senin (28/5).

Dengan agenda mendengarkan saksi-saksi, yakni HM Syarif Hidayat dan Erwin Syarif, Mahyul dan Franco Nero Sisce Delgado alias Sisco yang berstatus tersangka.

Pengacara Ardiansyah, Ilham Fatahilla saat dikonfirmasi Linggau Pos, Selasa (29/5), mengatakan sebagaimana dalam persidangan keterangan Franco Nero Sisce Delgado alias Sisco dibantah tidak benar oleh terdakwa Ardiansyah karena terdakwa merasa dijebak.

Menurut Ilham Fatahilla dalam persoalan kliennya, yakni terdakwa Ardiansyah kasus OTT ini diduga rekayasa dan tidak berdasarkan asas keadilan, mengapa demikian.

Karena hingga saat ini pemilik proyek yakni Tamsil selaku Direktur Perusahaan CV Bagata Perkasa tidak dihadirkan dalam persidangan bahkan tidak ada di dalam BAP atau berkas perkara.

“Klien kita di hadapan majelis mengungkapkan keberatannya, karena dirinya merasa dijebak sehingga kepada majelis hakim untuk terdakwa dipersilakan dibuktikan di persidangan lanjutan dengan agenda saksi-aksi meringankan dan bukti surat yang ada dari terdakwa,” kata Ilham Fatahilla.

Selain itu dari keterangan saksi Mahyul di persidangan, juga membantah sebagai supir dari Sisco, dan pada saat OTT tidak ada mendengar pembicaraan uang sebesar Rp 50 juta.

“Pada saat OTT dan Saksi Mahyul tidak melihat uang tersebut, saksi tahu saat dimintai keterangan di Polda bukan pada saat OTT di Rumah Makan Pagi Sore Lubuklinggau,” terang dia.

Menanggapi hal itu, dirinya selaku tim penasihat hukum dari terdakwa Ardiansyah meminta dihadirkan Tamsil, Direktur CV Bagata Perkasa. Tamsil merupakan pemilik proyek, namun disayangkan pada berkas perkara Tamsil tidak diperiksa demi hukum dan objektivitas.

“Untuk itulah, dirinya mohon kepada yang mulia melalui majelis hakim untuk sidang selanjutnya dihadirkan pula Tamsil dan untuk terdakwa juga akan menghadirkan saksi-saksi yang meringankan dugaan kuat rekayasa karena kita banyak kejanggalan OTT,” jelas Ilham Fatahilla .

Dijelaskannya pula, dari penyampaian terdakwa di persidangan tidak ada keterlibatan maupun arahan dari saksi Syarif Hidayat dan Erwin kepada kliennya

Pada persidangan yang akan datang, jelas Ilham Fatahilla, akan disampaikan bukti -bukti kejanggalan dan dugaan rekayasa.

“Bukti rekaman dan saksi-saksi tersebut akan kami kaji dan akan melakukan langkah-langkah hukum untuk kepentingan hukum dan keadilan nantinya,” tegas Ilham Fatahilla.

Jadi, Ilham Fatahilla meminta kepada majelis hakim untuk memberikan keadilan kepada kliennya, agar menghadirkan Tamsil selaku pemilik pekerjaan. Karena menurutnya, aneh pemilik pekerjaan tidak dilibatkan.

“Kami juga minta yang menyerahkan uang statusnya tersangka untuk ditahan biar ada keadilan,”tegas dia.

Sementara dalam Sidang Senin (28/5) Majelis Hakim Tipikor menanyakan kepada saksi HM Syarif Hidayat, selaku Bupati Muratara mengenai keterlibatannya ikut andil pengarahan pemenang dalam pembagian proyek di Muratara.

Hal ini dibantah oleh Bupati dan ketika dikonfrontir ke Sisco yang terlihat gelisah dan sempat berdiri karena emosi dan berkata kasar, ‘Inilah Hukum di negara kito, idak adil,”cetusnya.

Kemudian, hakim melanjutkan pertanyaannya, “Apakah saudara Sisco ada memberi uang untuk bupati?’ Sisco menjawab, tidak ada.

Apakah bupati pernah membuat nota atau semacam catatan yang menyatakan bahwa Sisco menerima proyek tertentu, lanjut sang hakim. Tidak ada pak hakim, jawab Sisco mengulangi.

Nah, ini bukti bahwa bupati tidak ada terlibat apa-apa dengan kasus anda ini. Kata-kata inilah yang membuat Sisco merasa terpukul dan kemudian berdiri dan mengatakan hal yang kurang pantas untuk aparat penegak hukum, “Idak benar pengadilan ini. Saya yang melapor saya yang tersangka,” ujarnya.

Pada babak selanjutnya, hakim memberikan kesempatan untuk Ardiansyah untuk bertanya pada Sisco.

“Kapan kau ngenjuk duit sama aku? Di mano? Berapo? Siapo saksinyo?” tanya Ardianysyah pada Sisco. Sisco bertambah gugup dan berkata pelan, “Idak katek nian”.

Sebelum hakim mengetuk palu guna menutup sidang, hakim sempat menanyai saksi HM Syarif Hidayat. Apakah dalam kurun waktu belakangan ini Sisco ada mendatangi saudara saksi?

Saksi M Syarif Hidayat menjawab, “kalau Sisco tidak ada yang mulia, tetapi kalau Eman Budi ada.”

Hakim memberikan kesempatan pada saksi M Syarif Hidayat untuk melanjutkan uraiannya.

“Eman Budi datang ke rumah saya pada malam hari dalam rangka mau meminta maaf dan budi bercerita bahwa OTT ini otaknya inisal BA dan dibiayai seseorang,” ungkap M Syarif Hidayat bersaksi.

Namun hakim segera menutup sidang. Sudah, sudah itu nanti pada sidang-sidang selanjutnya boleh diungkapkan. Dan majelis hakim menutup sidang. (12/Net)

Rekomendasi Berita