oleh

Bunuh Kakak Kandung, Diancam 20 Tahun Penjara

LUBUKINGGAU – Kasus adik yang membunuh kakak kandung di Dusun III Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa (9/7) sekitar pukul 11.30 WIB mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau.

Terdakwanya Adi Sucipto (22) warga Dusun III Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara. Korban pembunuhan tersebut, Atmisfa alias Apek (25) warga Dusun III Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit.

Sidang dipimpin Majelis Hakim Andi Barkan Mardianto SH didamping Hakim Anggota Syahreza Papelma SH dan Dian Triastuty SH dengan Panitera Pengganti (PP) Marlinawati. Agendanya mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yuniar SH.

Oleh JPU, Adi Sucipto didakwa dengan Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun. Mendengarkan dakwaan itu, terdakwa hanya duduk tertunduk kaku, dan sesekali menatap Majelis Hakim yang berada di depannya.

Dalam dakwaan JPU, juga terungkap kronologis pembunuhan yang menyebabkan Adi Sucipto berada balik jeruji Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIA Lubuklinggau. Korban dan terdakwa tinggal satu rumah. Terdakwa selalu dimarahi oleh korban membuat terdakwa menjadi sakit hati, dan pada akhirnya pertikaian semakin keruh.

Persoalan semakin memanas saat korban menanyakan ponsel miliknya, Senin 25 Maret 2019 sekitar pukul 19.00 WIB. Terdakwa yang marah, kemudian mengambil pisau.

Ia menusuk kakaknya tepat di bawah ketiak sebelah kiri. Korban pun harus dilarikan RSUD Rupit, namun pada saat menjalani perawatan meninggal dunia.

Sedangkan terdakwa langsung diamankan di oleh pihak petugas dan di bawa untuk sementara waktu ke Pos Pol PP Kantor Bupati Muratara pada pukul 21.00 WIB, sebelum diamankan ke Polsek Rupit.

Seusai pembacaan dakwaan, ketua majelis hakim Andi menanyakan kepada terdakwa apakah mengerti atas dakwaan yang dibacakan JPU. Namun terdakwa hanya menatap kosong.

Hingga JPU menanyakan nama terdakwa, “Bahwa nama kamu Adi Sucipto?” Terdakwa hanya mengangguk. Saat JPU bertanya lagi, mengenai penusukan yang dilakukannya, Adi Sucipto hanya diam, kemudian mengangguk sedikit.

Kemudian, majelis hakim kembali bertanya mengenai dakwaan yang dibacakan, ia kembali menatap kosong. Ketiga kalinya majelis hakim bertanya, terdakwa hanya mengangguk. Kemudian majelis hakim menunda sidang hingga Selasa (16/7).

Terpisah, saat usai menjalani persidangan, JPU Yuniar bertanya kepada keluarga terdakwa, terkait kesehatannya. Pihak keluarga menginformasikan terdakwa sehat-sehat saja, namun diperkirakan mengalami depresi.(yan)

Rekomendasi Berita