oleh

Bungkus Daging Kurban Jangan Pakai Kresek

Kepala BPOM Sumsel, Dewi Prawitasari
” Jadi kantong plastik kresek berwarna terutama hitam kebanyakan merupakan produk daur ulang. Dalam proses tersebut juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan..”

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – 22 Agustus 2018 nanti, umat Islam di Indonesia akan merayakan Idul Adha 1439 Hijriah. Masjid-masjid, yayasan, instansi swasta/pemerintah, hingga individu yang punya kemampuan lebih biasanya akan melakukan penyembelihan hewan kurban.

“Maka saya sarankan, warga yang mau mengemas daging kurban yang sudah dipotong-potong itu jangan gunakan kantong kresek warna hitam,” jelas Ketua Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Dra. Dewi Prawitasari, Apt,M.Kes, Minggu (19/8).

Imbauan itu disampaikannya, berdasarkan Peringatan Publik/Public Warning tentang Kantong Plastik (Kresek) Nomor: KH.00.02.1.55.2890.

“Jadi kantong plastik kresek berwarna terutama hitam kebanyakan merupakan produk daur ulang. Dan kresek ini sering digunakan untuk mewadahi makanan. Nah, dalam proses daur ulang tersebut riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui, apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat, dan lainnya. Dalam proses tersebut juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan,” terang dia.

Dewi Prawitasari juga mengingatkan, jangan menggunakan kantong plastik kresek daur ulang tersebut untuk mewadahi langsung makanan siap santap.

“Karena alasan kepraktisan, banyak yang memakai kantong plastik/kresek hitam sebagai wadah daging. Padahal pemakaian kantong plastik hitam sebagai wadah makanan berbahaya bagi kesehatan,” terang dia.

***Tujuh Hewan Kurban Derita Scabies

SEMENTARA itu, dari hasil pemeriksaan kesehatan yang mereka lakukan 13-14 Agustus 2018 ada tujuh hewan kurban jenis kambing terkena scabies atau gatal-gatal.

Hal itu disampaikan Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau, Hardianto, Minggu (19/8).

Scabies merupakan suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh investasi parasit luar sejenis tungau (tidak bisa dilihat tanpa alat bantu) yang hidupnya di folikel kulit. Biasanya ditandai dengan jaringan kulit akan mengalami kerusakan dan mengalami infeksi sekunder (pembusukan) akibat mikroorganisme patogen. Penyakit ini bersifat zoonosis (dapat menular ke manusia) dengan munculnya gejala gatal-gatal dan peradangan pada bagian kulit setelah kontak dengan hewan yang sakit.

Tujuh hewan kurban tersebut terdapat di dua lokasi, enam ekor di pengepul yang ada di Kelurahan Watervang, dan satu ekor kambing di pengepul yang ada di Kelurahan Air Temam.

Untuk itu pihaknya meminta pemilik pengepul, untuk tidak menjual hewan tersebut. Segera pisahkan dari hewan kurban lainnya, untuk segera diobati.

“Sementara untuk sapi belum kita temukan, semua sehat dan siap untuk disembelih saat hari raya Idul Adha,” kata bapak yang kerap disapa Hardi itu.

Ia menjelaskan, ada 12 titik baik pengepul maupun peternak yang mereka kunjungi. 10 Titik untuk hewan kambing dan dua titik, yakni di Kelurahan Simpang Periuk dan Kelurahan Dempo untuk sapi. Semua titik tersebar di Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Lubuklinggau Selatan II, Lubuklinggau Timur I dan Lubuklinggau Timur II.

Untuk pemeriksaan cacing hati dilanjutkannya, nanti akan dilakukan pada hari raya Idul Adha. Karena bisa dilihat, ketika hewan sudah disembelih.

“Seperti tahun sebelumnya, tim kita akan menyebar ke masjid-masjid di 72 Kelurahan untuk memastikan tidak ada hewan yang disembelih mengidap cacing hati,” tegasnya.

Dari hasil kunjungan mereka tahun ini, untuk kambing yang tercatat di pengepul lebih kurang ada 500-600 kambing. Sementara untuk sapi hanya lebih kurang 50 ekor.

“Sementara untuk hewan yang dikurbankan tahun ini hampir sama seperti tahun kemarin, untuk sapi lebih kurang 700 ekor dan kambing 500 ekor,” lanjutnya.

Sementara di Musi Rawas, Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Kabupaten Mura, Yusran Amri mengatakan, bahwa Idul Adha nanti, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berkurban di Masjid Agung Darussalam.

“Pemkab menyiapkan Delapan ekor sapi, dan lima ekor kambing yang kesemuanya dipilih hewan ternak sapi dari Kecamatan Tugumulyo. Dipilihnya hewan sapi peternak lokal, sebagaimana memberikan penghargaan bagi para peternak sapi yang ada. Apalagi, ketersediaan hewan ternak di Mura stoknya cukup,” ucapnya.

Tambahnya, untuk satu ekor sapi diperkirakan memang tidak terlalu sampai berat 1 ton. Paling tidak semuanya kisaran 500-800 kg.

“Setelah dipotong maka daging kurban ini akan dibagikan ke seluruh warga masyarakat yang berhak menerima,” ujarnya. (13/04/02)

Rekomendasi Berita