oleh

Bunda PAUD Mura Kunker ke Cirebon

Upaya Wujudkan PAUD Holistik Integratif

LINGGAU POS ONLINE – DIBAWAH Pimpinan Bunda PAUD Kabupaten Musi Rawas (Mura), dr Hj Noviar Marlina Gunawan, perkembangan PAUD secara kuantitas maupun kualitas menunjukkan peningkatan. Kesadaran masyarakat untuk memberikan hak pendidikan usia dini pada putra-putrinya terus membaik.

Hal itulah yang mendorong dr Hj Noviar Marlina Gunawan untuk meningkatkan kualitas layanan di PAUD, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No.2 Tahun 2018, bahwa pelayanan dasar pada SPM pendidikan daerah kabupaten tahun 2019 mulai pendidikn anak usja dini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mura, Irwan Evendi menjelaskan, salah satu yang dilakukan Bunda PAUD Mura yakni melakukan kunjungan kerja 3-6 Juli 2019 ke TK Pembina dan PAUD Aisyiyah Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Kunker itu dilakukan bersama stakeholder PAUD seperti Kepala BKPSDM Mura H Rudi Irawan, stakeholder untuk pendidikan keluarga, Bunda PAUD Kelurahan/ Desa dan perwakilan lembaga PAUD yang ada di Kabupaten Mura.

Kunjungan kerja itu, bertujuan untuk memberikan wawasan tambahan. Terutama tentang PAUD Holistik Integratif.

“Sehingga PAUD di Mura ini nantinya harus bisa meningkatkan kualitas mutu dengan menerapkan PAUD Holistik Integratif. Jadi setelah stakeholder belajar, maka diharapkan setelah tercapainya 1 desa 1 PAUD ini, maka kita beranjak meningkatkan kualitas layanan dasar bidang pendidikan kepada masyarakat dengan program 1 kecamatan memiliki 1 TK Pembina. Yang tentunya tetap menuju PAUD Holistik Integratif. Stakeholder juga dharapkan mempunyai wawasan metode yang bisa mendorong masyarakat untuk menuntaskan warganya dalam wajib PAUD minimal 1 tahun pra SD. Dengan begitu akan meningkatkan APK PAUD di Musi Rawas,” tutur Irwan Evendi.

Ketua TP PKK juga Bunda PAUD Kabupaten Musi Rawas dr Hj Noviar Marlina Gunawan menerima cenderamata dari Walikota Cirebon Nasrudin Azis pada Kunjungan Kerja TP PKK, Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas ke Kota Cirebon, 3-6 Juli 2019.

Bagaimanapun, kata dia, anak merupakan suatu totalitas yang utuh, oleh karena itu dibutuhkan pendidikan yang menyeluruh untuk memenuhi hak anak. Antara lain, terjaga dan terhindar dari penyakit, mendapatkan kecukupan gizi sebagai sarana untuk memaksimalkan kemampuan otaknya dan bereksplorasi, mendapatkan stimulasi yang baik, mendapatkan pola pengasuhan yang baik dan mendapat perlindungan dari kekerasan fisik dan kekerasan psikologis.

Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No.60 Tahun 2013, terselenggaranya layanan PAUD Holistik-Integratif menuju terwujudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia.

Termasuk terselenggaranya pelayanan anak usia dini secara terintegrasi dan selaras antar lembaga layanan terkait, sesuai kondisi wilayah terwujudnya komitmen seluruh unsur terkait yaitu orang tua, keluarga, masyarakat, Pemerintah dan Pemerintah Daerah, dalam upaya Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif.

Ketua Dharma Wanita Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Rosmala Dewi (tengah) menerima cenderamata dari Kepala PAUD Terpadu Aisyiyah Kota Cirebon pada studi banding Bunda PAUD dan Lembaga PAUD Kabupaten Mura di Kota Cirebon.

Selain itu, kunjungan kerja tersebut juga bertujuan menyiapkan pembentukan TK Negeri /TK Pembina di setiap kecamatan. Jadi para Bunda PAUD selama di Cirebon belajar tentang hal-hal yang dibutuhkan untuk program TK negeri setiap kecamatan.

Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta khususnya Bunda PAUD Desa dan Kelurahan diminta membuat laporan hasil dan rencana tindak lanjut. Artinya baik Bunda PAUD atau lembaga harus punya konsep mewujudkan PAUD Holistik Integratif baik kesehatan,gizi, pengasuhan dan perlindungan anak.

Kabid PAUD dan PNF Bukhori didampingi Kasi Kurikulum dan Penilaian PAUD dan PNF Johan Wahyudi menambahkan, langkah awal untuk mewujudkan PAUD Holistik Integratif dengan memberdayakan potensi di kelurahan/desa itu. Makanya, PAUD diminta terintegrasi dengan bidan desa, puskesmas pembantu, posyandu, dan lembaga lain yang bisa mendukung terwujudnya PAUD Holistik Integratif.

Untuk tahap awal, ada tiga PAUD yang akan jadi pilot project program ini.

Bukhori berharap, melalui kunjungan kerja ini, wawasan stake holder bertambah. Sehingga mereka punya trik untuk mengajak/mendorong masyarakat untukk turut menuntaskan wajib PAUD minimal 1 tahun pra SD. Didukung dengan akses layanan PAUD berkualitas, APK PAUD meningkat, sehingga sekian puluh tahun yang akan datang warga Musi Rawas lebih siap bersaing.(lik)

Rekomendasi Berita