oleh

Buktikan Sendiri Nyaman Berobat Pakai BPJS Kesehatan

LUBUKLINGGAU – Berjalan perlahan tapi pasti langka Ibu Asmawati tertatih menyusuri lorong RS AR Bunda Lubuklinggau menuju Poli THT setelah melakukan pendaftaran, penyakit rematik yang telah lama diderita membuat langkahnya tak sekuat dulu dalam mencari daun sirih dan daun jeruk untuk dijual sebagai biaya hidup sehari-hari dan biaya sekolah ke empat anaknya.

Ketika usia lanjut Ibu Asmawati memilih menjadi ibu rumah tangga serta fokus mengurus anak dan suami yang bekerja sebagai petani, penuh semangat terlihat di raut wajahnya yang tidak lagi muda menjelaskan mengenai polah hidup sehari hari yang selalu memilih obat herbal apabila sakit dan menghindari untuk ke puskemas dan rumah sakit.

Terdaftar sejak tahun 2016 sebagai peserta JKN-KIS tidak menyurutkan tekadnya untuk melanjutkan pola hidup yang selalu menggunakan obat-obat herbal hingga pada hari kamis (13/09/2018) ibu Asmawati terkena Nyeri yang luar biasa di bagian telinga kiri dan mengharuskanya mengunjungi Puskesmas Prumnas Lubuklinggau sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat beliau terdaftar dan langsung dirujuk ke RS AR Bunda karena keterbatasan alat medis THT di puskesmas.

Melalui Sistem Rujukan Online yang telah diterapkan pada FKTP untuk melakukan rujukan kepada peserta JKN-KIS sehingga Ibu Asmawati dirujuk ke RS AR Bunda Kota Lubuklinggau karena Jarak terdekat dari Puskesmas Prumnas, serta ketersediaan dokter yang berkompetensi sesuai dengan diagnosa dan sarana penunjang guna pemeriksaan lebih lanjut pada Poli THT.

“Hari kamis itu sakit tidak tertahankan, saya langsung ke Puskesmas diperiksa dan langsung dirujuk karena alatnya ada dirumah sakit, hari itu juga saya ke rumah sakit dan dicek lengkap, pada hari ini (14/09/2018) melakukan cek kembali. Saya datang sendiri naik ojek, sekitar setengah jam langsung masuk Poli THT lalu ke Farmasi dan dapat obat semuanya tidak dikenakan biaya tambahan karena cerita anak saya ada temen nya yang melakukan cek telinga ke Poli THT 1 kali saja sebagai pasien umum dikenakan biaya Rp 800.000 belum obatnya,”Ucap Asmawati.

Ibu Asmawati sangat berterima kasih kepada program JKN-KIS, walaupun baru pertama kali menggunakannya di Rumah Sakit langsung mendapatkan pelayanan yang baik dan berharap program ini tetap ada untuk membantu yang benar-benar membutuhkan terkhusus dalam pelayanan kesehatan.

“Kata Dokternya kalo masih sakit nanti ke sini lagi, sebenernya saya paling menghindari ke Puskesmas apalagi rumah sakit, biarkan iuran saya membantu orang yang membutuhkan dan saya sedekah melalui itu,”tutup Asmawati. (*)

Rekomendasi Berita