oleh

Buka Usaha Sendiri Sambil Asuh Cucu

Mengulik Aktivitas PNS Saat Pensiun

Beragam kegiatan yang dilakukan para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Untuk tetap menjadikan diri sosok yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Laporan Aan Sangkutiyar, Pasar Pemiri

MASA pensiun masih tetap bugar dan tetap bisa memberikan manfaat bagi orang-orang terkasih adalah hal yang diimpikan setiap orang.

Dan kemarin (5/12), saya dihadapkan dengan pemandangan itu. Yakni pada momen Rapat Koordinasi Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Lubuklinggau di Subkos di Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Rakor ini dibuka oleh Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar, dan dihadiri Ketua PWRI Kota Lubuklinggau, H Syamsul Anwar, perwakilan Bank BSM dari Jakarta, dan PT Taspen serta para undangan.

Ketua PWRI Kota Lubuklinggau, H Syamsul Anwar mengatakan rakor yang dilaksanakan hari ini (kemarin, red) berisikan sejumlah agenda. Raker itu menyusun program kerja untuk tahun 2018-2019.

“Rakor ini lanjutan konsolidasi organisasi dengan melaksanakan program kerja berupa pendataan anggota, juga penerbitan kartu anggota secara nasional khususnya PWRI Kota Lubuklinggau, yang tadi sudah dijanjikan oleh Wakil Walikota yang menyiapkan kartu anggotanya,” jelas Syamsul Anwar usai acara.

Program lainnya, Syamsul Anwar menyebutkan peningkatan kesejahteraan anggota. Program ketiga, tingkatkan peran serta dalam pembangunan melalui rumah ibadah, di mana pengurus dan anggota PWRI berperan langsung.

“Dan, terakhir program kita mengaktifkan koperasi yang dikelola oleh ibu-ibu PWRI dan anggota,” imbuh pria ini.

Kembali ke masa pensiun PNS, ternyata kegiatan yang mereka lakukan bermacam-macam, ada yang merintis usaha sendiri ada pula yang hanya mengasuh cucu dan beternak ayam, untuk mengisi kegiatan sehari-hari.

“Kalau saya, sejak pensiun tahun 2012 lalu, ya beternak ayam di rumah, sembari mengasuh cucu,” kata Supardio yang sudah mengabdi selama 38 tahun sebagai ASN, yakni mulai 1973-2012.

Dikatakan Supardio, dirinya sudah merasa cukup puas dengan perjuangannya selama jadi PNS, karena anak-anaknya semuanya sudah tamat kuliah dan bekerja.

“Alhamdulillah, hanya itu yang bisa kami berikan kepada mereka, yakni ilmu yang bermanfaat. Sebab, kami tidak punya harta yang melimpah ruah seperti yang lain,”jelasnya.

Bahkan, diungkapkan warga Jalan Nangka Lintas, Kelurahan Ponorogo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, kalau lima anaknya tidak ada yang mengikuti jejaknya sebagai PNS.

“Anak-anak tidak ada yang ikut, bukan tidak mau tapi belum rezekinya. Ya akhirnya kerja swasta semua,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, mantan Camat Lubuklinggau Utara II, Ahem Junaidi mengungkapkan pada masa pensiun ia mulai merintis usaha, yakni membuka toko parfum di wilayah Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Selain itu, dilanjutkan Ahem, ia beternak ayam di rumah.

“Yang tak kalah pentingnya adalah mengurus cucu,” katanya.

Saat ini, PWRI Kota Lubuklinggau tengah membuat program untuk meningkatkan kualitas hidup para pensiunan PNS. Bahkan, pihaknya sudah berencana untuk bekerja sama dengan remaja masjid untuk memakmurkan masjid.

“Berdasarkan data, 80 % lansia masih mampu membantu negara. Kami juga berencana melakukan kewirausahaan kepada orang-orang yang lansia, agar kualitas hidup dapat meningkat,” katanya.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita