oleh

Bujangan Cabuli Dua Anak

Mengaku untuk Puaskan Nafsu

LINGGAU POS ONLINE, DEMPO – Bujangan berusia 34 tahun, Saripudin harus meringkuk di balik jeruji besi Mapolres Lubuklinggau, sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu (24/12). Tersangka warga Lorong Pengadaian, RT 01, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Pria yang kesehariannya berdagang Es Doger ini diringkus lantaran diduga mencabuli dua anak di bawah umur. Sebut saja Mawar (16) dan Bunga (8) di tempat yang sama dan waktu yang berbeda.

Korban Mawar dicabuli tersangka di Jalan Saitar, Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu (23/12). Sedangkan, Bunga dicabuli di lokasi yang sama pukul 14.00 WIB, Minggu (24/12).

Kedua korban sama-sama asal warga Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I ini diduga dicabuli dengan cara dipegang alat kelamin kedua korban dengan menggunakan tangan kanan tersangka.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kasat Reskrim, AKP Ali Rojikin saat ditemui Linggau Pos, kemarin, membenarkan bahwa adanya kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur tersebut.

“Namun, tersangkanya sudah kita tahan di Mapolres Lubuklinggau guna dilakukan penyidikan lebih lanjut,” kata Ali Rojikin, Selasa (2/1).

AKP Ali Rojikin menjelaskan, tersangka diringkus bermula kita mendapatkan laporan dari TN (43) orang tua Bunga sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu (24/12).

Bahwa mengatakan anaknya, diduga telah dicabuli oleh tersangka sesuai dengan pengakuan korban saat dimintai keterangan.

Dari informasi itu, anggota langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian. Kebetulan tersangka, sedang berada di lokasi tempat ia sering berjualan Es Doger. Saat melihat tersangka, anggota langsung meringkusnya dan dibawa ke Mapolres tanpa melakukan perlawanan.

“Hasil interogasi yang kami lakukan, tersangka mengakui perbuatannya telah mencabuli dua anak di bawah umur,” jelas AKP Ali Rojikin.

Lebih lanjut, AKP Rojikin menjelaskan, tersangka diringkus berdasarkan laporan polisi LP/B-491/XII/2017/Sumsel/Res Llg.24 Desember 2017.

“Kejadiannya, sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu (23/12) di Jalan Saitar, RT 05, Kelurahan Rahma. Tersangka dengan sengaja memegang kemaluan korban dengan menggunakan tangan kanan,” ucap pria berangkat balok tiga ini.

Kembali, Kasat Reskrim menjelaskan, kemudian, korban berkata “Mamang ni kurang ajar nian, pelecehan itu mang”. Kemudian dijawab tersangka. “Saya lagi menunggu pedagang es tebu mau pulang”.

Lalu korban dan temannya langsung pulang setelah kejadian itu, sedangkan tersangka juga langsung pulang.

“Dari kejadian dan laporan ayah korban kami melakukan penangkapan dan menahan tersangka,” tutur AKP Ali sapaannya.

AKP Ali menambahkan, selain tersangka kami juga mengamankan barang bukti diantaranya, satu helai baju kaos warna putih, satu celana jeans warna hitam, satu celana dalam warna pink, satu helai BH warna biru serta satu helai jilbab warna biru.

“Tersangka dijerat dengan pasal 76E Jo pasal 82 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” tutupnya.

Pengakuan tersangka Saripudin saat diinterogasi mengakui perbuatannya, bahwa telah mencabuli Mawar dan Bunga.

“Iyo, pak memang aku lakuke itu,” kata Saripudin dalam pengakuannya, Selasa (2/1).

“Memang ada dua anak aku pegang kelaminnya pada waktu dan hari yang berbeda. Cuman tempatnya di tempat aku jualan itulah,” terang Saripudin.

“Saat aku pegang tu, punya aku ‘berdiri’, dan rasonyo puas kalau ngelakuke itu (memegang kelamin perempuan),” kata Saripudin terus terang.

Lajang ini menambahkan, terlebih kalau wanita yang dipegangnya berparas cantik.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita