oleh

Buat Media Pembelajaran Berbasis Komputer

SMAN 6 Lubuklinggau Gandeng Fakultas Ilmu Komputer Unsri

Perkembangan teknologi komputer berkontribusi pada revolusi di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Sehingga pembelajaran lebih bervariasi. Ilmu ini pula yang dipelajari 50 guru SMAN 6 dan 65 guru SMAN 5 Lubuklinggau dalam Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Komputer, Rabu (12/9).

Laporan Sulis, Air Temam

LABORATORIUM SMAN 6 Lubuklinggau, sejak Senin (10/9) sudah ditata sedemikian rupa, untuk jadi pusat penyelenggaraan Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Komputer.

Acara yang diadakan SMAN 6 Lubuklinggau bekerja sama dengan SMAN 5 Lubuklinggau itu menghadirkan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr Jaidan Jauhari, dan rombongan.

Kegiatan yang diselenggarakan Rabu (12/9) tersebut dikemas penuh keakraban.

Menurut Jaidan Jauhari, berbicara mengenai zaman berarti berbicara tentang teknologi. Teknologi yang saat ini berkembang yakni komputer dan internet sebagai media yang dipakai dalam berbagai bidang. Salah satunya pendidikan. Ia memaparkan, adanya komputer dan internet tidak terlepas dari faktor positif dan negatif di kalangan masyarakat maupun pendidikan.

Bapak berjas hitam itu menyebut, selama komputer dan internet dapat digunakan dengan baik maka timbal baliknya akan positif. Begitu pula sebaliknya jika digunakan dengan maksud yang jelek maka akan menghasilkan hasil yang negatif.

Ia menjelaskan, menggunakan komputer dan internet dengan segala fasilitasnya akan memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai informasi untuk pendidikan. Secara langsung dapat meningkatkan pengetahuan siswa bagi keberhasilannya dalam belajar.

“ Teknologi komputer dan internet dapat memfasilitasi guru dan siswa belajar secara mandiri,bervariasi dan menyenangkan. Melalui fasilitas ini juga guru dan siswa dapat belajar kapan dan di mana saja tanpa terbatas oleh ruang dan waktu. Saya perlu tegaskan, guru harus mengikuti era ini, karena kalau guru enggan mengikuti, bisa ketinggalan jauh ke para siswa yang setiap hari sudah berselancar di media online,” papar dia, di hadapan ratusan guru yang hadir.

Ia mencontohkan, putrinya kerap kali meminta tolong padanya untuk menyelesaikan tugas Matematika. Terkadang, Dr Jaidan Jauhari tak sanggup. Lalu, ia memilih googling internet.

“Ternyata saat googling itu, ada rumus pemecahan soal-soal setara Olympiade Matematika itu. Jadi tinggal bagaimana kita memanfaatkan internet saat ini,” jelas Dr Jaidan Jauhari.

Ia kembali menekankan, menguasai teknologi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru zaman now.

“Kehadiran teknologi komputer dan internet dalam pembelajaran hanya bertindak sebagai pelengkap, tambahan atau alat bantu bagi guru. Komputer dan internet hanya sebagai media penyampaian informasi kepada siswa untuk menciptakan suasana belajar mandiri yang menyenangkan. Intinya, guru juga tetap harus menguasai bahan ajar,” terang dia.

Dr Jaidan Jauhari memastikan, saat ini tantangan para guru bagaimana membuat proses belajar mengajar dengan baik. Agar guru sukses dalam mengajar.

“Guru itu disebut sukses, kalau setelah dia mengajar, peserta didiknya jadi semakin giat belajar. Namun, kalau ternyata setelah guru mengajar, siswa jadi malas belajar, ini harus dikoreksi lagi sistem pembelajaran yang kita terapkan,” imbuh dia.

Kepala SMAN 6 Lubuklinggau, Agustunizar yang pernah sealmamater dengan Dr Jaidan Jauhari di Unsri mengaku amat beruntung berkesempatan kerja sama dengan Fakultas Ilmu Komputer Unsri.

“Besar harapan kami, dengan ilmu yang nanti dipaparkan Dr Jaidan dan teman-teman bisa bermanfaat bagi guru-guru kami. Efeknya, memberikan suasana menyenangkan dalam proses pembelajaran. Sehingga mahasiswa pun makin giat belajar, hasil yang mereka capai juga makin baik,” terang Agustunizar.

Sementara Kepala SMAN 5 Lubuklinggau H Jamaluddin, akan menindaklanjuti kerja sama dengan Fakultas Ilmu Komputer Unsri ini dalam bentuk inovasi belajar.

“Salah satunya, guru harus bisa membuat media pembelajaran menyenangkan. Saat ini, dari 24 lokal belajar di SMAN 5, baru empat yang tersedia infokus. Nanti kami usahakan untuk memenuhi kebutuhan infokus. Memang yang masih jadi pertimbangan adalah keamanannya,” imbuh Jamaluddin.(*)

Rekomendasi Berita