oleh

BPPRD Yakin Mampu Tingkatkan PAD

LINGGAU POS ONLINE – Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengakui masih kesulitan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi. Pasalnya, saat ini masih minimnya pelaku usaha yang tempat usahanya dipasang alat taping box atau e-Tax.

Meskipun terkendala pemasangan taping box, Nanan sapaan akrabnya ini optimis kedepannya bisa optimal setelah adanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD).

“Kedepan OPD inilah yang akan mengoptimalkan PAD kita dari sektor pajak dan retribusi. Diharapkan, kedepan PAD kita meningkat, minimal terealisasi sesuai target,” tegas Nanan.

Plt Kepala BPPRD Kota Lubuklinggau, Imam Senen membenarkan hal itu. Hingga pertengahan Juli 2019, diakui Imam Senen, baru 14 pelaku usaha yang sudah memasang alat e-Tax. Padahal target pemerintah tahun 2019 ini, 250 pelaku usaha yang akan dipasang alat tersebut.

Tujuannya, tidak lain untuk meningkatkan realisasi PAD Kota Lubuklinggau. Mengingat setiap tahunnya realisasi PAD tidak pernah terealisasi 100 persen. Sementara target PAD setiap tahunnya ditingkatkan. Dengan harapan, ketika over target bisa memberikan motivasi dan sebagai pacuan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengelola sumber-sumber PAD.

“Dan untuk kendala ini, kita sudah tekankan pihak vendor untuk segera mengatasinya. Agar permintaan kita untuk pemasangan alat e-Tax bisa dilanjutkan. Kita paham, tidak gampang untuk memasang alat ini dan butuh tenaga teknis yang maksimal. Untuk itu, kita berharap permintaan yang kita ajukan segera diupayakan oleh pihak vendor, karena kita butuh. Kendala ini tidak hanya kita yang rasakan, Kota Palembang pun juga sama baru sedikit yang dipasang oleh pihak vendor,” jelas Imam Senen.

Kendala selanjutnya, masih ada beberapa pelaku usaha yang belum mau atau belum siap dipasang alat ini. Dengan alasan, mengurangi omzet mereka. Padahal ditegaskan Imam, pihaknya sudah menyampaikan kalau dengan dipasangnya alat ini tidak akan mengurangi omzet mereka. Hanya saja, untuk mempermudah mereka dalam melaporkan pajak. (rfm)

Rekomendasi Berita