oleh

BPOM Sita 2.258 Kosmetik Berbahaya

LINGGAU POS ONLINE – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Lubuklinggau menyita kosmetik berbahaya yang beredar di Lubuklinggau dan sekitarnya. 254 jenis kosmetik dengan jumlah 2.258 pcs itu ada yang mengandung merkuri dan hidrokinon dijual di beberapa toko kosmetik.

“Jumlah kosmetik berbahaya yang beredar ini meningkat dibanding 2018 lalu. Diantaranya seperti Temulawak Two Way Cake, Revlon Palsu, Temulawak Krim, Ponds Palsu, Maybelinne Palsu dan berbagai jenis produk lainnya. Nilai keekonomian dari seluruh temuan Agustus 2019 ini Rp36.370.000. Padahal 2018 lalu, nilai keekonomian kosmetik yang kami sita hanya sekitar Rp22 juta,” terang Kepala BPOM atau Loka POM Lubuklinggau, Afdil Kurnia, Senin (17/9).

Seluruh temuan disita lalu dimusnahkan. Pedagangnya diminta buat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan mengedarkan atau menjual kosmetika ilegal dan berbahaya itu.

Tim Loka POM Lubuklinggau akan kembali terjun untuk mencari kosmetik ilegal atau palsu.

“Dari jumlah itu memang temuan kosmetik mengandung bahan berbahaya terbanyak masih di Kota Lubuklinggau dan Musi Rawas,” jelasnya.

Terhadap penjual kosmetik BPOM memperingatkan agar tidak lagi menjual kosmetik yang tidak memiliki izin edar karena ini merupakan tidak pidana yaitu melanggar Undang-Undang (UU) No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 197 dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp1,5 miliar.

Pedagang atau masyarakat, imbuhnya, harus memastikan produk kosmetik yang dijual sudah memiliki izin edar dengan melihat di kemasan label ada pencantuman BPOM NA (Notifikasi Asia).

Untuk melihat label NA asli atau palsu maka masyarakat bisa mendownload aplikasi Cek BPOM di Android.

Sedangkan untuk melihat barcode asli atau tidak masyarakat bisa mendownload aplikasi Android BPOM Mobile.

“Ingat selalu Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa). Pastikan kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk yang tertera pada labelnya, memiliki izin edar BPOM, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa,” katanya.

Sementara untuk temuan obat tradisional yang ilegal tanpa izin edar tidak banyak. Hanya ada di pedagang obat tradisional gendong. Untuk itu, BPOM saat ini sedang melakukan pembinaan.

“Sekarang, BPOM Lubuklinggau akan intensif untuk mencari sumber pemasok kosmetik dan jamu ilegal. Kalau kategori obat di Kota Lubuklinggau sangat aman karena aturannya sudah ketat dan pengawasannya sudah dibantu Dinas Kesehatan, “ imbuh Afdil.

Laporan Apriadi/Sulis

Rekomendasi Berita