oleh

BPOM Pastikan Anggur Negatif Formalin, Pestisida?

LINGGAU POS ONLINE– Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan anggur yang dijual di sepanjang jalan Yos Sudarso Lubuklinggau negatif mengandung formalin. Namun untuk kandungan pestisida belum bisa memastikan.

Kepala Loka POM Lubuklinggau, Afdil Kurnia menjelaslan, pada saat awal sidang pihaknya tidak diikutsertakan oleh Dinas Perinsdustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan Lubuklinggau.

“Setelah mereka mendapatkan uji positif, kami diminta untuk melakukan uji ulang,” jelas Afdil Kurnia, Rabu (11/9/2019).

Sehingga turunlah Tim dari Loka POM Lubuklinggau untuk melakukan uji ulang. Namun Loka POM hanya melakukan uji formalin, sementara pestisida tidak dilakukan, karena sedang tidak bisa melakukan uji.

“Hasil uji formalin negatif, atau tidak mengandung formalin. Hasilnya sudah kami sampaikan ke Dinas Ketahanan Pangan. Kami persilangan Dinas Ketahanan Pangan yang mengambil keputusan, karena mereka yang melakukan sidak,” tambah Afdil.

Afdil juga menginformasikan, masalah anggur inikah kasus lama. “Dahulu kan juga pernah ribut masalah kasus ini. Kalau untuk anggur atau produk-produk bahan alam lainnya, apakah itu buah-buahan dan sayur, saat uji formalin harus hati-hati. Karena tumbuhan memang memiliki kandungan formaldehida,” jelasnya.

Karena uji formalin itu, mengenai kandungan formaldehida, kalaupun positif menurut Afdil kemungkinan adalah positif palsu. “Jadi harus hati-hati dengan uji tesnya itu. Hasil uji kami kemarin negatif. Saya juga tidak tahu mereka itu menggunakan alat tes apa, tapi alat uji kami itu menghasilkan hasil negatif,” ia mengatakan.

Sementara untuk pestisida, kalaupun hasil ujinya positif, menurut Afdil kemungkinan pemakaian petisida bisa saja terjadi, pada waktu penanaman. “Tidak dilarangkan pemakaian pestisida untuk tanaman,” jelasnya.

Hanya, masalahnya ada ambang batas yang harus ditaati. “Juga sudah kami samapaikan, tapi hasil yang diperoleh Dinas Ketahanan Pangan kan cuma identifikasi belum sampai ke kadarnya,” tambahnya.

Kalau pun Dinas Ketahanan Pangan mempermasalahkan petisidanya, Afdil mempersilakan melakukan lakukann uji rujuk ke BPOM Palembang, untuk melihat berapa kadar petisida dalam anggur tersebut. Apakah melewati ambang batas yang diperbolehkan atau tidak.

Soal kandungan formalin anggur ini, tadi sekitar pukul 09.00 WIB, BPOM diundang Dinas Ketahanan Pangan Lubuklinggau untuk rapat bersama Dinas Kesehatan  dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lubuklinggau.

“Dilakukan uji ulang kandungan formalin pada anggur, hasilnya tetap negatif,” tegas Afdil Kurnia.(*)

Laporan Endang Kusmadi

Berita sebelumnya Klik di Sini

Rekomendasi Berita