oleh

BPKP Sumsel Gelar Workshop Simda Perencanaan Terintegrasi

Kota Lubuklinggau Tahun 2019

LINGGAU POS ONLINE– PERWAKILAN Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyelenggarakan Workshop Aplikasi Simda Perencanaan (E-Planning) yang Terintegrasi Kota Lubuklinggau Tahun 2019 di Aula Moneng Sepati Kantor Walikota Lubuklinggau, Senin (15/7).

Workshop ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau, Drs H A Rahman Sani, Koordinator Pengawasan Akuntabilitas Pemerintah Daerah BPKP Perwakilan Provinsi Sumsel, Sukari, Kepala Bappedalitbang Kota Lubuklinggau Ir Hj Farida Ariyani, MSi beserta seluruh kepala dan bagian perencanaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Lubuklinggau.

Kegiatan ini dilaksanakan dua sesi, sesi pertama diikuti Kepala OPD, kita sampaikan gambaran umum Simda Perencanaan. Dan sesi kedua kita praktikkan implementasikan Simda Perencanaan yang diikuti para operator.

Dalam wawancaranya, Kepala Bappedalitbang Kota Lubuklinggau Ir Hj Farida Ariyani menjelaskan dilaksanakannya workhsop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada semua perangkat daerah mengenai bagaimana aplikasi dari E-Planning tersebut betul-betul dapat dilaksanakan dengan baik.

“Jadi E-Planning dan E-Budgeting yang terintegrasi ini harapannya adalah untuk peningkatan kinerja pemerintah daerah, apalagi kita Walikota dan Wakil Walikota memiliki visi dan misi yang dituangkan dalam RPJMD selama 5 tahun. Dengan adanya visi dan misi, dan juga OPD teknis yang juga menyusun Renstra, Renja harapannya target dan sasaran yang ditargetkan bisa tercapai, karena kaitannya untuk melakukan sistem E-Planning dan E-Budgeting ini harus ada kaitan satu sama lain, ada benang merahnya, nggak bisa sembarangan,” jelasnya.

Untuk itu tambahnya, dengan sistem yang dibuat dengan Simda Perencanaan ini, harapannya akuntabilitas keuangan bisa terukur dengan baik, kinerja pemerintah bisa ditingkatkan dan kita juga mematuhi apa yang sudah direncanakan.

Anggota DPRD Kota Lubuklinggau usai pelaksanaan sosialisasi Aplikasi Simda Perencanaan (E-Planning) Kota Lubuklinggau Tahun 2019, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Lubuklinggau Majapahit, Senin (15/7).

Sementara itu Koordinator Pengawasan Akuntabilitas Pemerintah Daerah BPKP Perwakilan Provinsi Sumsel, Sukari menjelaskan Aplikasi Simda atau Sistem Informasi Manajemen Daerah adalah salah satu produk BPKP dalam rangka pengelolaan keuangan daerah, di mana pengelolaan keuangan daerah mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan kemudian dilanjutkan dengan pelaporan dan pertanggungjawaban.

“Simda Perencanaan ini adalah aplikasi untuk memfasilitasi pada tahap perencanaannya, yang nantinya akan terintegrasi dengan penganggarannya, yang mana penganggarannya sudah difasilitasi dengan Simda Keuangannya. Nah, untuk Simda Keuangan sudah digunakan oleh seluruh Pemda di seluruh Sumsel, sedangkan Simda Perencanaan baru digunakan oleh 8 Kota/Kabupaten se-Sumsel,” paparnya.

Sukari juga menjelaskan Simda Perencanaan ini adalah tindak lanjut dari anjuran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam programnya Korsupgah, antara lain yang dipantau oleh KPK adalah keharusan untuk mengintegrasikan perencanaan dan penganggaran.

“Nah terkoneksinya dengan media aplikasi Simda Perencanaan ini. Dan apresiasi Lubuklinggau menjadi salah satu Pemda yang berkomitmen untuk menggunakan Simda Perencanaan untuk memfasilitasi proses perencanaan mulai dari RPJMD-nya, Renstra-nya, kemudian ke RKPD dan Renja-nya sampai nanti kita dapat menghasilkan RKPD dan akan terintegrasi dengan RKA atau penganggaran yang sudah ada di Simda Keuangan,” tuturnya.

Selain itu, Perwakilan BPKP Provinsi Sumsel juga menyosialisasikan penggunaan Aplikasi Simda Perencanaan kepada anggota DPRD Kota Lubuklinggau. Karena, menurut Sukari, DPRD adalah bagian pihak-pihak yang terkait dalam implementasi Simda Perencanaan ini.

Ketua DPRD Kota Lubuklinggau H Rodi Wijaya, Ir Hj Farida Ariyani, MSi dan Koordinator Pengawasan Akuntabilitas Pemerintah Daerah BPKP Perwakilan Provinsi Sumsel, Sukari beserta timnya foto bersama anggota DPRD Kota Lubuklinggau usai pelaksanaan sosialisasi Aplikasi Simda Perencanaan (E-Planning) Kota Lubuklinggau Tahun 2019, Senin (15/7).

“Di mana jika dilihat, Simda Perencanaan mengakomodir jenis-jenis penganggaran, mulai dari pendekatan partisipasi melalui Musrenbang, pendekatan teknokrat yang disusun oleh perangkat daerah dan pendekatan secara politis yang asal-usulnya dari anggota DPRD atau dalam Simda Perencanaan namanya menu pokok-pokok pikiran,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi bersama anggota DPRD Kota Lubuklinggau juga dijelaskan keterkaitan DPRD dengan Simda Perencanaan kemudian sebagai pihak terkait apa saja tugas dan tanggung jawabnya terkait implementasi Simda Perencanaan ini.

“Kepada OPD yang terkait dalam implementasi Simda Perencanaan ini, saya mengharapkan mereka semua dapat berkomitmen, karena Simda Perencanaan agak spesifik yang harus punya komitmen dan kerja keras untuk mengimplementasi Simda Perencanaan ini secara baik. Dan saya harap juga dari Lubuklinggau progresnya lebih cepat lagi,” harapnya.

Masih kata Sukari, bahwa Simda Perencanaan sudah dimulai di Kota Lubuklinggau sejak Tahun 2018 untuk yang lima tahunan, dan yang kali ini merupakan lanjutannya tahap tahunannya. Dan dirinya berharap kemajuan di Kota Lubuklinggau dalam mengimplementasikan Simda Perencanaan bisa lebih tinggi dari Pemda-Pemda lainnya. (rrf)

Rekomendasi Berita