oleh

BPJS Gratis Tidak untuk Perokok Dan Pemilik Android

“…punya Android dan perokok aktif, tidak masuk kategori. Mereka beli Android dan rokok saja mampu, masa mau berhenti dari peserta BPJS mandiri. Kedepan, program ini tidak kita berikan kepada warga yang memiliki Android dan perokok aktif…”

* Kepala Dinkes Kota Lubuklinggau, Cikwi

LINGGAU POS ONLINE- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Cikwi mengakui saat ini masih ada warga yang menyatakan ingin berhenti menjadi peserta BPJS mandiri. Mereka ingin diusulkan untuk menjadi peserta BPJS Gratis program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau.

Padahal diakui Cikwi, pihaknya sudah berkali-kali menjelaskan program ini untuk warga Kota Lubuklinggau yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS mandiri, atau warga Kota Lubuklinggau yang kurang mampu.

“Ya kalau punya Android dan perokok aktif, tidak masuk kategori. Mereka beli Android dan rokok saja mampu, masa mau berhenti dari peserta BPJS mandiri. Kedepan, program ini tidak kita berikan kepada warga yang memiliki Android dan perokok aktif,” tegas Cikwi.

Saat ini, pendistribusian kartu BPJS gratis diakuinya terus berlanjut.

“Kemarin sebanyak lebih kurang 40.000 ribu kartu sudah kita serahkan ke seluruh Camat. Nanti Camat meneruskan secara bertahap ke Lurah dan Ketua RT,” tegasnya.

Paling lambat dilanjutkan Cikwi, 10 Desember mendatang seluruh kartu BPJS tersebut sudah diterima warga.

“Kita harap, paling lambat 10 Desember berita acara sudah dibuat, semua warga sudah memegang kartu BPJS tersebut,” ungkapnya.

2020 ditambahkan Cikwi, program BPJS gratis ini terus berlanjut.

“Namun tetap seperti tadi, Program ini tidak kita berikan kepada warga yang memiliki Android dan perokok aktif. Semua warga yang mengusulkan akan kita lihat, apakah layak atau tidak karena masih banyak yang lebih pantas membutuhkan bantuan ini. Kita targetkan 2020, warga yang ter-cover dalam BPJS gratis ini meningkat,” tambahnya.

Sementara Deni, warga Kelurahan Moneng Sepati mengaku punya keinginan untuk berhenti menjadi peserta BPJS Mandiri.

“Ya kalau ada gratis, semua orang pasti mau. Saya sudah tanya-tanya, bagaimana kalau berhenti jadi peserta BPJS, dan mengusulkan menerima BPJS gratis dari pemerintah. Tapi katanya tidak bisa, karena untuk warga yang tidak mampu. Ya mau bagaimana lagi. Kedepan harapan kami, semua warga ditanggung, supaya adil,” ungkap Deni.

Laporan Riena Fitriani Maris

Rekomendasi Berita