oleh

BPBD Musi Rawas: Penanganan Banjir 90 Persen

LINGGAUPOS.CO.ID – Plt Kepala BPBD Musi Rawas, Darsan meyebutkan, hingga Ahad (30/5) penanganan tanggap darurat bencana banjir yang terjadi di Musi Rawas, yakni Kecamatan Selangit dan STL Ulu Terawas sudah mencapai 90 persen.

“90 persen mulai dari pendataan, pengiriman logistik hingga koordinasi ke semua OPD,” kata Darsan, Minggu (30/5/2021).

Lanjutnya, tinggal lagi pengiriman logistik, untuk  ke Kecamatan Selangit, yang segera dikirim.

“Sementara penanganan pasca banjir saat ini sedang melakukan pemasangan hidran sebanyak 4 unit, di Desa Pasenan,” katanya.

Begitupun bantuan terus mengalir sejak Jumat ke titik lokasi banjir. Di lapangan bantuan berupa sembako dan sebagainya, sebagian sudah disalurkan ke rumah-rumah warga. “BPBD Musi Rawas juga telah menyalurkan bantuan dari berbagi pihak ke masyarakat terdampak banjir,” katanya.

Data terakhir yang di himpun BPBD Musi Rawas, di Kecamatan selangit banjir melanda tujuh desa/kelurahan. Rinciannya Desa Batu Gane yang terdampak adalah 62 kepala keluarga (KK) atau 186 jiwa, di Desa Muara Nilau ada 320 KK atau 960 jiwa, kemudian di Desa Taba Gindo 47 KK ayau 141 jiwa, di Desa Prabu Menang 64 KK atau 191 jiwa.

Masih di Kecamatan Selangit, yakni di Desa Lubuk Ngin sebanyak 353 KK atau 1.059 jiwa terdampak,  Desa Karang Panggung 25 KK atau 75 jiwa, dan Kelurahan Selangit 75 KK atau 225 jiwa ikut terdampak.

Sementara dampak terparah terjadi di Kecamatan STL Ulu Rawas, yakni di Desa Pasenan. Sebanyak 300 KK atau 1.232 jiwa terdampak. Di Desa Pasenan ini 300 rumah sempat, 2 tempat ibadah, satu sekolah, satu kantor desa, terendam, mengakibatkan banyak barang-barang yang hanyut.

“Kemudian 2 rumah panggung hanyut. 1 dermaga di Dusun Sri Pengantin rusak, serta satu unit jembatan gantung putus,” rinci Darsan, didampingi, Kasi Kedaruratan dan Logistik, Eko.

Eko menambahkan, pihaknya akan menyalurkan bantuan air bersih beserta hidran. Yang merupakan bantuan dari PUPR Provinsi Sumatera Selatan.

Bantuan air bersih itu diluncurkan ke Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas. Lokasi itu dipilih, karena di sana terjadi kerisis air bersih akibat sumur-sumur yang teredam, sehingga air menjadi keruh dan tidak dapat dikonsumsi.

“Bantuan ini diharapkan memenuhi kebutuhan air bersih warga pasca banjir bandan,” katanya.(*)

Rekomendasi Berita