oleh

BPBD Musi Rawas Monitoring Bencana

Siap 24 jam

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Meski intensitas hujan tidak lagi tinggi tapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) terus monitoring bencana banjir.

Alasannya, November dan Desember 2017 menjadi puncak musim hujan dapat menyebabkan terjadi banjir. Maka monitoring di daerah rawan banjir seperti Kecamatan Muara Kelingi, Muara Lakitan dan BTS Ulu terus mereka pantau.

“Tiga hari ini hasil monitoring kita volume debit air di wilayah DAS yang menjadi rawan banjir masih aman. tiga hari kemarin tidak ada hujan dengan curah yang tinggi, semua masih normal,” kata Kepala Pelaksana BPBD Musi Rawas, Paisol pada Linggau Pos, Rabu (6/12).

Paisol menjelaskan untuk perahu sekarang kita sudah mempunyai beberapa, seperti sekoci dan beberapa perahu karet.

“Kalau sebelumnya kita cuma memiliki satu perahu karet, alhamdulilah sudah dianggarkan pada tahun lalu, insyah allah kedepan kita tidak kesulitan lagi untuk kelokasi yang rawan-rawan banjir,” ungkapnya

Antisipasi lainnya, ia pun membagikan personilnya sebanyak empat tim untuk rutin setiap hari turun kelapangan. Posko siaga banjir yang dipusatkan di kantor BPBD Musi Rawas akan siap 24 jam, agar selalu siap melakukan evakuasi ketika terjadi banjir.

“Kepada Camat dan Kades atau perangkat desa lainnya, kami meminta agar cepat memberikan informasi begitu melihat ada bencana atau tanda-tanda akan terjadinya bencana. Tujuannya, agar kami cepat menanggapi dan turun ke lokasi,” tegasnya.

Secara terpisah, Yanto salah seorang warga Kecamatan Muara Kelingi mengatakan sudah memasuki musim penghujan. Ia berharap teratasi BPBD Kabupaten Mura dalam menangani banjir.

“Semoga saja tempat kami dapat bantuan langsung oleh pemerintah, karena kalau terjadi banjir kami sulit untuk melakukan aktivitas,” ungkapnya. (19)

Komentar

Rekomendasi Berita