oleh

BNN Musi Rawas Sudah Selamatkan 4.500 Jiwa dari Narkoba

LINGGAUPOS.CO.ID – Di peringatan Hari Anti Narkotika Nasional (HANI) atau Semester pertama 2020 Badan Narkotika Nasional (BNN) Musi Rawas berhasil menyelamatkan 4.500 generasi muda dari penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu.

Kepala BNN Kabupaten Musi Rawas Hendra Amoer menjelaskan hasil pengungkapan itu terdiri-dari 20 Laporan Kasus Narkotika (LKN) dengan tiga tersangka dan Barang Bukti (BB) kurang lebih Narkoba jenis Sabu seberat 900 gram.

Sedangkan untuk jumlah rehabilitasi yang ada di BNN mura untuk  semester yakni dengan rawat jalan ada 6 orang dan rawat inap ada dua orang. Untuk rawat inap kita kirim ke Lido bogor dan Kalianda.

Menurutnya untuk wilayah Kabupaten Musi Rawas hampir seluruh Kecamatan  yang terlibat narkoba. Namun yang paling banyak yakni daerah perbatasan seperti Kecamatan Muara Lakitan, Kecamatan Megang Sakti, Kecamatan Muara Kelingi, dan Kecamatan TPK.

Semua golongan umur sudah pemakai narkoba jenis sabu ini dengan tidak pandang usia dan status baik anak-anak maupun perempuan , bahkan pelajar sudah ada yang menyalahgunakan narkoba sehingga perlu kita waspadai, khawatirkan dengan saling membantu.

“Alhamdulillah di tahun 2020 untuk aparat negara baik itu ASN, Kepolisian, BUMN, dan Tentara belum ada yang terlibat narkoba,” ia mengatakan.

Menurutnya siapun pelakunya penyalahgunaan narkotika akan tindak pidana narkotika dengan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku, contoh pemakai dengan barang bukti yang didapat tidak sesuai dengan ketentuan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (Semak) nomor 4 tahun 2010 yang artinya apabila kurang dari satu gram sabu maka wajib di Rehabilitas, tapi berdasarkan hasil asesment terlebih dahulu oleh tim asesment terpadu yang menjadi acuan kedepannya.

Jadi setiap penyalahgunaan narkoba tidak harus ditangkap karena di Undang-undang nomor 35 penyalahgunaan wajib di rehabilitasi, artinya penyalahgunaan yang kurang dari satu gram. Makanya apabila ada yang ditangkap tapi tidak ditemukan barang bukti kurang, maka wajib di rehabilitasi medis dan sosial

Ia menambahkan fokus utama BNN Misi Rawas kedepannya adalah pengungkapan dengan pemberantasan jaringan narkoba jenis bandar sabu yang besar, dan untuk strategi dengan melakukan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dengan melakukan penyuluhan.

“Sehingga untuk membentuk itu kami butuh dukungan pemerintah daerah dan pihak swasta,” katanya.

Diakuinya, tingkat hambatan dan kesulitan pelaku tindak pidana narkotika ini yakni kurangnya informasi  dan reaksi negatif dari masyarakat dengan kurang sadarnya masyarakat tentang bahaya narkoba.

“Kami imbau kepada masyarakat Kabupaten Musi Rawas supaya menyadari bahwa kalau masyarakatnya dibiarkan, maka kehancuran akan datang, oleh sebab itu mari kita sadar, jangan diam tetapi berbuatlah dengan memberi informasi kepada petugas BNN Mura masalah tindak pidana narkotika maka  identitas orang tersebut akan dirahasiakan,” katanya.

Karena itu juga, pada peringatan HANI, BNN Musi Rawas  mengajak semua untuk hidup 100 persen dengan sadar, sehat, produktif di era new normal dengan bersih dari narkoba.(*)

Rekomendasi Berita