oleh

BNI Syariah Luncurkan Pembiayaan Alat Medis

Multiguna iB Hasanah Pembiayaan Serbaguna

SEIRING dengan kemajuan teknologi dan harga peralatan medis yang melonjak, banyak rumah sakit, klinik dan dokter, merasa sulit untuk mempertahankan anggaran mereka. Nah, sejak Agustus 2018 lalu, PT Bank BNI Syariah KCP Lubuklinggau telah meluncurkan pembiayaan alat-alat medis. Bagaimana dengan pembiayaannya?

Laporan Qori Musdalifah – Lubuklinggau

Sub Branch Manager PT Bank BNI Syariah KCP Lubuklinggau, Andi Darmawan menjelaskan, pembiayaan peralatan kesehatan ini termasuk dalam fasilitas pembiayaan BNI Syariah Multiguna iB Hasanah.

BNI Multiguna ini adalah fasilitas pembiayaan konsumtif yang diberikan kepada anggota masyarakat, untuk pembelian barang kebutuhan konsumtif dan/atau jasa sesuai prinsip syariah dengan disertai agunan. Baik berupa tanah dan bangunan yang ditinggali berstatus SHM atau SHGB dan bukan barang yang dibiayai.

“Jadi, awalannya pembiayaan multiguna khusus pembiayaan alat-alat kesehatan ini hanya bisa di proses di kantor cabang BNI Syariah Palembang saja. Tetapi, sejak Agustus 2018 ini, kita BNI Syariah KCP Lubuklinggau sudah bisa memproses pembiayaan ini. Pembiayaan ini untuk membantu dokter-dokter, rumah sakit atau klinik yang saat ini sedang mengalami kesulitan untuk penambahan alat-alat kesehatan dan medis lainnya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Andi, BNI Syariah juga bisa membantu dokter-dokter yang baru ingin memulai kariernya membuka praktik ataupun klinik.

“Jadi, jika ada dokter yang ingin membuka klinik, buka praktik, yang pasti butuh kelengkapan medisnya. Ataupun dokter-dokter spesialis yang baru ingin membuka klinik atau memperbesar kliniknya bisa kita bantu, baik itu dalam pembiayaan alat-alat medisnya maupun dalam pembangunan kliniknya,” paparnya.

Untuk angunannya, dalam pembiayaan alat medis ini adalah alat medis itu sendiri.

“Misalkan, seorang dokter spesialis kita bantu pembiayaan pembelian alat USG, jika dulu angunannya berupa rumah tinggal, sekarang bisa kita bantu sebagai angunan alat praktik medis itu sendiri.

Selain itu, BNI Multiguna iB Hasanah ini tidak hanya fasilitas pembiayaan peralatan medis saja, tetapi juga pembiayaan syariah pembangunan rumah sakit swasta, sekolah swasta, pembiayaan pembelian mobil second (bekas) maupun baru dan pembiayaan pembelian barang lainnya.

Tidak hanya proses cepat dengan persyaratan yang mudah sesuai dengan prinsip syariah. BNI Multiguna iB Hasanah ini juga memiliki keunggulan minimal pembiayaan Rp50 juta dan maksimum Rp2 miliar. Selain itu, jangka waktu pembiayaan sampai dengan 10 tahun, tentunya dengan uang muka ringan dan angsuran tetap tidak berubah sampai lunas.

Artinya angsuran setiap bulannya akan sama hingga lunas tidak berpengaruh naik turunnya suku bunga Bank Indonesia. Dan pembayaran angsuran melalui debet rekening secara otomatis atau dapat dilakukan di seluruh Kantor Cabang BNI Syariah maupun BNI Konvensional di seluruh Indonesia.

“Pembiayaan ini juga benar-benar sesuai dengan akad jual beli secara syariah, yakni murabahah atau ijarah Multijasa,”kata Andi.

Selain itu, mengenai fasilitas pembiayaan lainnya, BNI Syariah juga memiliki BNI Griya iB Hasanah yakni  produk pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat untuk membeli, membangun, merenovasi rumah (termasuk ruko, rusun, rukan, apartemen dan sejenisnya), dan membeli tanah kaveling serta rumah inden, yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan dan kemampuan membayar kembali masing-masing calon nasabah.

Keunggulan KPR BNI Syariah jika dibandingkan dengan KPR dari bank lain adalah prosesnya cepat, syarat mudah dan akadnya menggunakan akad murabahah (akad jual beli) yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, sehingga akan terhindar dari riba.

Keunggulan lainnya adalah pembiayaan maksimum hingga Rp5 miliar, jangka waktu pembiayaan sampai dengan 15 tahun, uang muka ringan, angsurannya tetap dan tidak berubah sampai lunas serta pembayaran angsuran dapat dilakukan dengan cara debet otomatis dari rekening tabungan atau dapat pula dilakukan di Kantor Cabang BNI Syariah maupun BNI Konvensional di seluruh Indonesia.

Adapun persyaratan umum untuk pengajuan pembiayaan di BNI Syariah ini adalah, warga negara Indonesia (WNI), berusia minimal 21 tahun dan maksimal pada saat pensiun, pembiayaan harus lunas. Mempunyai penghasilan yang tetap dengan masa kerja sekurang-kurangnya selama 2 tahun. Dan mengisi formulir dan melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan di bank BNI Syariah.

“Program ini tidak terbatas di Lubuklinggau saja, atau tidak mesti barang yang menjadi angunan ada di Lubuklinggau, di Luar Lubuklinggau pun bisa kita bantu dalam pembiayaan. Asalkan syarat terpenuhi dan nasabah yang bersangkutan memiliki usaha dan bekerja di Lubuklinggau. Dan selama mereka mampu menurut analisa bank, akan kami bantu dalam pembiayaan,” terangnya.

Jadi, bagi masyarakat kota Lubuklinggau yang berminat untuk dibantu BNI Syariah dalam pembiayaan pembelian ataupun KPR Rumah, bisa langsung datang ke kantor cabang pembantu (KCP) Bank BNI Syariah Lubuklinggau, di Jalan Yos Sudarso, No.18, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, telepon 0733 322274. Atau bisa langsung menghubungi Sub Brach Manager PT Bank BNI Syariah KCP Lubuklinggau, Andi Darmawan di nomor 0812 7181 946. (rrf)

Rekomendasi Berita