oleh

BKSDA: Pelihara Buaya Harus Ada Izinnya

LINGGAUPOS.CO.ID – Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, menegaskan bahwa memelihara buaya harus ada izinnya.

Kepala SKW II Lahat Martialis Puspito menjelaskan, buaya muara termasuk satwa yang dilindungi. Makanya untuk memelihara harus ada izinnya.

“Kalau melihara itu harus berupa lembaga konservasi dan tidak sembarangan memelihara, artinya tidak semua bisa memelihara banyak aturannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam memelihara satwa yang dilindungi, harus sesuai prosedur. Mulai dari sarana dan prasarana, tim medis, tempatnya/kandang.

Kemudian dalam proses perizinan juga akan dicek oleh pihaknya. “Tidak bisa memelihara saja,” tegasnya.

Ia juga meminta  kepada masyarakat apabila ada informasi warga yang memelihara harus diinformasikan ke BKSDA  supaya bisa ditindak lanjuti.

“Sangat disayangkan sekali, kalau sudah mati. Seharusnya laporkan saja, biar kami yang menindaklanjuti,” ia menjelaskan.

Buaya muara sendiri masuk ke dalam hewan langka kategori Appendix 2. Yakin hewan langka yang dilindungi di alamnya. Tidak boleh diambil dan dijual apabila keturunan hewan langka langsung dari alam. Namun, apabila sudah ditangkarkan, maka keturunan generasi ketiga atau F2-nya boleh dimanfaatkan.

Seperti diketahui warga Perumahan Nikan, RT 06 Kelurahan Nikan Kecamatan Lubuklinggau Timur I, resah. Sudah sekitar satu setengah bulan diteror buaya muara sepanjang 2 meter, di danau (kolam retensi) tengah perumahan tersebut.

Suasana semakin heboh, ketika buaya tersebut berhasil dilumpuhkan oleh Sarjuni, warga setempat, Sabtu  (20/2/2021), sekitar pukul 22.15 Wib.

Oleh Sarjuni, buaya muara tersebut ditembak mati dengan senapan angin, di bagian kepala.

“Semalam saya sedang main di tempat Tarzan, ada warga yang melaporkan, bahwa buaya itu muncul. Posisi kepala muncul di darat, sementara setengah badan masih di air. lalu saya tembak dari jarak sekitar 8 meter, dan mengenai kepala,” katanya.(*)

Rekomendasi Berita