oleh

Bisa Kerja di Hotel Taraf Internasional

Kompetensi Alumni SMKN 2 Berstandar Nasional

Berdasar penilaian tiga asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) SMKN 6 Palembang, 14 siswa SMKN 2 Lubuklinggau berhak mendapatkan Sertifikat Kompetensi Nasional. Mereka dinilai berkompeten meng-handel tugas di hotel taraf Internasional sekalipun.

Laporan Sulis, Lubuk Aman

KECEMERLANGAN SMKN 2 Lubuklinggau terus diasah. Hal itu pula yang diprogramkan Kepala SMK Negeri 2 Lubuklinggau, Eriani. Ketika dibincangi beberapa waktu lalu, peraih gelar Magister Manajemen Pendidikan itu menyebut kualitas siswa-siswinya jadi prioritas saat ini.

“Kebetulan kami belum memiliki  Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) . Maka, usai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) saya undang LSP dari SMK Negeri 6 Palembang. Saya ingin tahu bagaimana kualitas kompetensi yang dikuasai anak-anak setelah dididik di SMKN 2 Lubuklinggau,” tutur Eriani.

Setelah tiga asesor LSP SMKN 6 Palembang datang ke SMKN 2 Lubuklinggau, Eriani dibuat gusar oleh standar penilaian kompetensi yang dilakukan asesor-asesor ini.

“Saya nyaris pesimis. Tapi saya berdoa dan yakin, atas didikan guru-guru SMKN 2 Lubuklinggau, pasti anak-anak saya bisa. Namun sempat terpikir juga, sepertinya sulit-sulit yang akan diujikan. Dari 14 orang itu, keyakinan saya yang lulus paling hanya 50 %,” imbuhnya.

Tim Asesor mengetes siswa-siswi SMKN 2 Lubuklinggau di Hotel Burza. Karena hotel tersebut dinilai memiliki standar layanan terbaik. Disamping itu, kata Eriani, Hotel Burza juga dunia usaha tempat siswa-siswinya Praktik Kerja Industri (Prakerin).

Dari hasil penilaian para asesor terhadap lima siswa program keahlian Administrasi Perkantoran (AP), lima siswa program keahlian Tata Boga dan empat siswa program keahlian Tata Busana, akhirnya 14 siswa ini dinyatakan lulus.

“Saya cukup terkejut dengan hasilnya itu. Tidak menyangka saja. Namun, saya melihat proses penilaian yang dilakukan sekalipun njelimet memang bisa dijawab oleh anak-anak saya. Diantara kompetensi yang diujikan, penguasaan terhadap alat-alat untuk kebersihan di hotel. Dan harus piawai Bahasa Inggris sehingga mudah dalam memahami instruksi-instruksi dari manajemen hotel. Termasuk mempermudah anak dalam mengoperasikan alat elektronik, yang sebagian besar petunjuknya Berbahasa Inggris,” jelas Eriani.

Melihat keberhasilan 14 siswa-siswinya ini, Eriani lega.

“Sertifikatnya dalam proses penerbitan. Sertifikat itulah yang bisa jadi bekal dan menunjukkan kompetensi yang dikuasai anak-anak kami. Mereka bukan hanya bisa kerja di hotel setara Aston maupun Daira. Namun juga hotel-hotel kelas Internasional,” terangnya.

Eriani berharap, pencapaian 14 siswa-siswinya ini bisa menginspirasi siswa-siswi lain. Bagi alumni yang belum bersertifikat, ia berharap tidak kecewa. Karena SMKN 2 Lubuklinggau akan membantu alumni dalam proses memasuki dunia kerja.

“Kita akan arahkan alumni untuk terserap maksimal di dunia kerja. Minimal mereka bisa dapat pengalaman kerja terlebih dahulu. Jika sukses, mereka bisa membuka peluang kerja sendiri. Saya optimis itu,” imbuhnya.(*)

Rekomendasi Berita