oleh

Bisa Dibuka, Asal ke Disdukcapil

KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri) akan mengambil tindakan tegas kepada penduduk dewasa dengan usia di atas 23 tahun yang belum juga melakukan perekaman data KTP-El.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh memberikan waktu perekaman kepada penduduk dewasa hingga 31 Desember 2018.

Apabila hingga 31 Desember 2018 belum merekam, maka akan disisihkan datanya, lalu diblokir.

Hingga saat ini, kata dia, terdapat sekitar 10,5 juta penduduk yang belum merekam data KTP-El. Dari jumlah itu, sekitar 6 juta adalah penduduk dewasa adapun sisanya merupakan penduduk yang akan berusia 17 tahun pada April 2019.

Kemendagri akan menyisir sekitar 6 juta penduduk dewasa yang belum melakukan perekaman data KTP-El. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan data kependudukan yang lebih akurat jelang Pemilu 2019.

Zudan mengatakan, ada sejumlah kemungkinan yang membuat sekitar 6 juta penduduk dewasa itu belum melakukan perekaman KTP-El. Hal itu misalnya karena persoalan punya identitas ganda.

Seperti diketahui, sebelum adanya sistem KTP-El, banyak penduduk yang memiliki data KTP lebih dari satu.

Ada kemungkinan, ada penduduk dewasa yang sudah melakukan perekaman KTP-El, tetapi dengan identitas yang berbeda.

Oleh karena itulah, pemerintah memberikan waktu hingga 31 Desember 2018. Namun, meski nanti ada pemblokiran, Kemendagri juga bisa membuka kembali akses data kependudukan tersebut.

Syaratnya yakni penduduk dewasa tersebut datang ke Dinas Pencatatan Sipil setempat dan melakukan perekaman KTP-El.(dts/kps)

Rekomendasi Berita