oleh

Bikin Hoaks Lagi, Obor Rakyat Siap Dibredel

JAKARTA – Tabloid Obor Rakyat dikabarkan bakal terbit dalam waktu dekat ini. Keinginan ini muncul setelah Eks pemimpin redaksi (pemred) tabloid kontroversial itu, Setiyardi Budiono dan redakturnya Darmawan Sepriyossa, mendapatkan cuti bersyarat, Kamis (3/1) lalu.

Namun, izin penerbitan media yang sempat dilaporkan tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla karena memuat berita hoaks 1001 topeng Jokowi ini bakal menempuh jalur terjal. Ini datang dari pernyataan Menkum HAM Yasonna Laoly yang mengancam akan mencabut izin bersyarat Setiyardi bila terbukti melanggar hukum jika terbukti menulis berita hoaks dalam penerbitan kembali tabloid tersebut.

“Jadi kalau dia masih melakukan perbuatan yang terindikasi melanggar UU dan masih melakukan fitnah, kita cabut cuti bersyaratnya,” ujar Yasonna setelah menghadiri HUT ke 46 PDIP di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (10/1).

Saat dimintai komenter penerbitan Obor Rakyat, Mabes Polri masih bersikap diplomatis. Kepada Fajar Indonesia Network, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya menyerahka wewenang tersebut ke Dewan Pers.

“Iya, soal itu sangat tergantung dari dewan pers yang berwenang mengawasi media itu, polisi sifatnya menunggu rekomendasi. Jika, diberikan rekomendasi menyidik, ya kita sidik. Kita siap, tergantung dewan pers yang mengassesment itu,” ujarnya, Kamis (10/1).

Diketahui pada 22 November 2017, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menghukum Setiyardi dan Darmawan delapan bulan penjara. Saat ini, dua mantan penggawa Obor Rakyat itu sedang menjalani masa cuti bersyarat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) hingga 8 Mei 2019.

Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat Setiyardi Budiono menyatakan pihaknya akan kembali menerbitkan Obor Rakyat menjelang Pilpres 2019. “Saya berharap bulan depan sudah bisa terbit,” ujar Setiyardi.

Menurutnya, dia dan tim saat ini tengah melakukan pembenahan untuk memperkuat Tabloid Obor Rakyat seperti pembentukan badan hukum dan penentuan kantor untuk dijadikan tempat memproduksi berita. Dia pun mengklaim, alasan obor rakyat diterbitkan lantaran, banyak permintaaan dari masyarakat.

“Jika kami tidak kredibel, kami ditinggalkan pembaca. Tetapi buktinya kan Obor Rakyar banyak yang nunggu,” ungkapnya. (mhf/fin/tgr)

Rekomendasi Berita