oleh

Bidan Harus Berkompeten

Update Ilmu Melalui MU

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Sedikitnya 107 orang bidan di Kabupaten Mura, Kota Lubuklinggau, dan Kabupaten Muratara mengikuti pelatihan Midwifery Update (MU). Pelatihan MU penting diikuti para bidan, khususnya bidan yang ingin memperpanjang Surat Tanda Registrasi (STR).

Kegiatan ini diadakan selama tiga hari Jumat-Minggu (12-14/10) di Hotel Dewinda, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Dengan narasumber dari pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dokter spesialis kandungan, dan dokter spesialis anak.

Hadir dalam pembukaan Pelatihan MU, yaitu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Idris, Ketua IBI Provinsi Sumsel, Hj Siti Aisyah, Ketua IBI Kabupaten Mura, Hj Swarti dan tamu undangan lainnya. Ketua IBI Kota Lubuklinggau, Nurmalina mengaku Pelatihan MU ini bertujuan agar para bidan update ilmu pengetahuan terkait kebidanan, kandungan, dan anak.

“Bidan harus berkompeten,” kata Nurmalina.

Menurut Nurmalina , bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB). Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi upaya profesi bidan dalam menjaga mutu pelayanan.

Diakui Nurmalina, jumlah bidan di Kota Lubuklinggau sudah cukup bahkan rata-rata satu kelurahan memiliki lebih dari satu bidan praktek mandiri. Saat ini IBI Kota Lubuklinggau terus menyosialisasikan bidan delima.

Untuk menjadi bidan delima, bidan harus memenuhi syarat salah satunya sarana dan prasarana.

“Bidan delima juga akan terus kota awasi jika tidak bisa mempertahankan kriteria bidan delima maka akan kita cabut statusnya,” tegas Nurmalina. (nia)

Rekomendasi Berita