oleh

Biaya Sertifikasi Halal Dikeluhkan UMKM

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Biaya untuk memperoleh sertifikasi halal mahal, hal ini banyak dikeluhkan pelaku Usaha Micro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Rejang Lebong. Saat ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rejang Lebong gencar lakukan sosialisasi ke pelaku UMKM.

Kepala MUI Kabupaten Rejang Lebong, Mabrursyah mengatakan sosialisasi tidak hanya melibatkan pelaku UMKM saja tapi juga Organisasi Masyarakat (Ormas), dan KUA, serta instansi terkait lainnya. Saat ini pelaku UMKM terkendala menaikan level penjualan terutama untuk penjualan toko frincaise, karena belum mengantongi label halal dari MUI.

“Makanya kita berikan pencerahan pada UMKM bagaimana untuk mendapatkan label halal produk UMKM-nya. Alhamdulillah kemarin setelah bersinergi dengan DPRD dan Perindag mereka didorong untuk mendapatkan dana sharing dari APBD untuk kepengurusan label halal,” katanya.

Dalam kepengurusan label halal, UMKM nantinya dalam melakukan kepengurusan label halal dibantu pemerintah melalui APBD-P mendatang. Saat ini sudah ada sekitar 10 UMKM yang sudah mengajukan label halal, namun belum keluar karena UMKM itu sendiri masih keberatan dengan adanya biaya kepengurusan label halal.

“Memang dalam kepengurusan label halal ada biaya seperti untuk uji Lab, petugas saat turun ke lapangan, belum lagi melibatkan pihak UNIB, UMB dan lainnya,”jelasnya.

Untuk mengeluarkan label halal sendiri, katanya, bukan kewenangan MUI Kabupaten, melainkan MUI Provinsi. Ia menambahkan, beberapa ketentuan untuk mendapatkan Label halal, beberapa proses yang harus ditempuh diantaranya soal kehalalan zatnya, kemudian bahan serta prosesnya.

“Kalau semua unsur terpenuhi dan tidak mengandung unsur berbahaya maka bisa dikeluarkan label halal, sebelum keluar label halal juga ada izin dari Dinas Kesehatan,” tambahnya. (09)

Rekomendasi Berita