oleh

Biarpin Terancam Dipenjara 7 Tahun

LUBUKLINGGAU – Sidang perdana perkara pencurian barang milik Ahmad Wujud warga Blok C Desa Bina Karya Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dengan terdakwa Biarpin (27) digelar Kamis (24/1). Terdakwa warga Desa Bina Karya Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara itu didakwa melanggar Pasal 361 ayat 1 KUHP.

Sidang dipimpin majelis hakim Pengadilan Negeri Lubuklinggau Syahreza Papelma dampingi Andi Barkan dan Indra Lesmana. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ayu Soraya mendakwa Biarpin melanggar Pasal 361 ayat 1 karena telah melakukan tindak pidana pencurian, pada 27 Agustus 2017 sekira pukul 15.30 WIB di Blok C Desa Bina Karya Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Kronologisnya sekira pukul 12.00 WIB, terdakwa bersama saksi Hengky duduk-duduk di gardu pasar kalangan Desa Bina Karya sambil membenahi enggrek yang rusak. Lalu muncul niat saksi Hengky berkata kepada terdakwa “Arpin rumah Ahmad Wujud itu kosong”. Ajakan saksi disetujui terdakwa dengan berkata “Payo kak kito malingnyo”. Lalu terdakwa dan saksi Hengky langsung bergerak menuju rumah korban. Sesampainya di rumah korban, terdakwa dan Hengky masuk dari pagar samping rumah korban.

Kemudian saksi Hengky memanggil saksi Redo Kardo yang sedang bermain di lapangan. Lalu Redo diajak Hengky ke belakang rumah korban. Selanjutnya Hengky menyuruh Redo untuk berjaga di pinggir jalan dan apabila ada orang yang datang, harus memberitahukannya kepada terdakwa dan Hengky.

Selanjutnya terdakwa dan Hengky langsung mendekati jendela rumah korban sambil membawa linggis. Terdakwa dan Hengky berhasil membuka jendela serta merusak terali terbuat dari besi. Setelah berada dalam kamar korban, terdakwa dan Hengky langsung mengambil 1 tabung LPG 12 kg, 1 tabung gas LGP 3 kg warna kuning, 1 unit perangkat mesin parut kelapa, 1 celengan warna kuning berisikan uang sekitar Rp800.000. Kemudian uang tunai sebesar Rp700 ribu, satu unit Ipad, 2 unit handphone merek Advan dan Nokia, satu slop per, 10 bungkus rokok surya dan 1 pasang sandal jepit milik saksi korban Ahmad Wujud bin Kasman. Setelah berhasil mengambil barang-barang tersebut, terdakwa dan Hengky membawanya keluar melalui pintu dapur rumah korban dan kembali ke rumahnya. (aku)

Rekomendasi Berita