oleh

Biadab, Paman Perkosa Balita Hingga Tewas

LINGGAUPOS.CO.ID – Nasib malang menimpa balita DI (3) warga Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Provinsi Bengkulu. Balita berparas cantik ini tewas tak lama setelah dirawat salah satu rumah sakit di Kota Bengkulu.

Diduga, korban meninggal dunia akibat diperkosa oleh pamannya. Korban yang meninggal dunia sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu (5/1/2020) dinihari saat ini sudah dibawa pulang ke rumah duka untuk selanjutnya dikebumikan.

Camat Pagar Jati, Dailani Sobirin membenarkan ada balita di salah satu desanya meninggal dunia. “Diduga dicabuli oleh pamannya sendiri. Informasi pasti kami juga belum tahu. Informasinya, terduga pelaku sudah diamankan di Polres Benteng,” ungkap Camat seperti dikutip dari bengkuluekspres.com, Minggu (5/1/2020).

Data terhimpun, kematian korban berawal dari salah seorang warga setempat yang mendatangi rumah korban untuk membeli buah jengkol kepada ibu korban, Sabtu (4/1/2020) siang. Sayang, ibu korban tak berada di rumah. Melainkan, sedang menyadap pohon karet.

Diteras rumah, hanya ada paman korban Al (15) yang sedang asyik memainkan telepon selular (ponsel). Mendengar ada suara korban yang merintih kesakitan, warga tersebut langsung masuk kedalam rumah.

Benar saja, di ruang tamu rumah, korban sudah terbaring lemah, nafas sesak serta kaki dan tangan yang gemetar. Khawatir dengan kondisi korban, warga langsung meminta paman korban untuk memanggil ibu korban agar pulang ke rumah.

Setelah dibawa ke Puskesmas, tim medis angkat tangan dan merujuk korban agar dibawa ke RS untuk dirawat lebih intensif. Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban mengalami luka lebam dimata sebelah kiri dan alat kemaluanya bengkak.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Benteng, Septi Peryadi STP berharap agar tersangka berinisial Al (15) yang merupakan paman korban diberikan hukuman setimpal. “Saya harap tersangka dihukum seadil-adilnya,” kata Wabup.

Mantan anggota DPRD Benteng dari Partai Nasdem ini mengungkapkan, bahwa tersangka selama ini memang tinggal di rumah korban. Tersangka memang diminta oleh ibu korban untuk menjaga 3 (tiga) orang buah hatinya.

Sebab, sang ibu yang telah bercerai harus bekerja keras menafkahi keluarga dengan bekerja sebagai petani (menyadap karet). Diketahui, korban merupakan anak kedua dari 3 bersaudara.

“Informasi yang didapat, tersangka seringkali menonton video porno melalui Handphone (HP). Hal itulah yang membuat tersangka nekat menggauli keponakannya,” beber Wabup.

Sementara itu, tersangka Al (15), sampai sejauh ini belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya Di (3 tahun) salah seorang balita asal Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng).

Remaja itu masih dititipkan oleh pihak Polres Bengkulu Tengah ke Mapolda Bengkulu. Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa Al dititipkan di Mapolda Bengkulu. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pemeriksaan serta Mapolres Bengkulu Tengah belum memiliki tahanan khusus anak-anak.

“Ya sudah saat ini pelaku dititipkan di sel tahanan Mapolda,” ujar Sudarno, dikutip dari bengkuluekspress.com, Minggu (5/1/2020).

Selain itu, Surano mengimbau kepada semua pihak khususnya media massa untuk tidak menyebarkan foto pelaku dan korban, baik melalui pemberitaan maupun media sosial mengingat mereka masih anak-anak.

“Nama dan foto pelaku atau korban kita imbau jangan disebar, karena masih anak-anak. Termasuk alamat mereka tinggal tidak perlu dijelaskan secara detail karena akan menimbulkan rasa malu dan trauma di keluarga mereka,” imbau Sudarno.(*)

Artikel ini sudah terbit di bengkuluekspres.com dengan judul “Cabuli Balita Hingga Tewas, Pelaku Diduga Sering Nonton Film Porno”.

 

Rekomendasi Berita