oleh

Bertamu Saat Sahur, Candra Tikam Leher Rohani

LINGGAUPOS.CO.ID – Rohani (37), warga Lorong Nelayan RT 07 RW 007 Desa Sungsang III Kecamatan Banyuasin II, Selasa (20/4/2021) sekitar pukul 03.00 WIB nyaris meregang nyawa. Setelah ditusuk pakai pisau oleh pelaku Candra alias Leket (26) sebanyak tiga kali dibagian leher korban.

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi Sik melalui Kapolsek Sungsang Iptu Bambang Wiyono SH mengatakan kejadian ini berawal saat pelaku mendatangi kediaman korban pada Selasa dinihari tepatnya saat sahur.

“Pelaku datang kediaman korban yang merupakan tetangganya sendiri,” katanya.

Sampai di tempat kejadian perkara, pelaku langsung menemui korban dengan alasan ingin bertamu. ”Saat pelaku bertemu dengan korban, tanpa basa basi pelaku mencekik leher korban,” terangnya.

Usai puas mencekik, rupanya pelaku juga melakukan aksi penusukan sebanyak tiga kali di bagian leher korban hingga berlumuran darah.

Karena takut ketahuan warga aksinya tersebut, pelaku meninggalkan korban dalam keadaan bersimbah darah di tempat kejadian perkara.”Ditinggalkan begitu saja,” terangnya.

Namun korban masih sempat berteriak meminta tolong, dan didengar oleh tetangga sekitar. ”Tidak berlangsung lama, korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” imbuhnya.

Sedangkan pelaku usai kejadian melarikan diri ke perahu pada Selasa dinihari tersebut. ”Akhirnya pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB kita amankan, tanpa ada perlawanan,” ucapnya.

Aksi nekad pelaku disebabkan memiliki dendam kesumat dengan korban Rohani yang telah dipendam pelaku. ”Motifnya dendam, karena sering dikatain korban maling,” tukasnya.

Atas perbuatan pelaku akan dikenakan pasal 340 Jo 53 ayat (1) (3) KUHpidana dengan ancaman penjara selama 20 tahun atau hukuman mati.

Sementara itu, Kepala desa Sungsang III Amirudin mengatakan kalau pelaku dan korban bertetanggaan. ”Tapi informasinya sering dikatain korban maling, jadi pelaku dendam dan berniat membunuh korban,” katanya.

Usai kejadian itu, korban ditinggalkan pelaku dalam keadaan terkapar di teras depan. ”Pelaku sendiri kabur dan tidur di perahu, seolah-olah tidak terjadi apa-apa,” terangnya.

Namun setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, pelaku tidak dapat mengelak dan mengakui perbuatannya. ”Pelaku ini masih bujang, bekerja sebagai nelayan dan buruh serabutan,” pungkasnya. (*)

Sumber: sumeks.co

Rekomendasi Berita