oleh

Bersedekahlah, untuk Kebaikanmu dan Saudaramu

Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Linggau Pos

Ibadah yang paling disukai Allah SWT ternyata bukanlah salat dan puasa saja. Melainkan ada ibadah lain, yang amat disukai Allah dan bermanfaat bagi diri sendiri, maupun orang lain. Apa itu?

Laporan Riena Fitriani Maris, Watervang

BERBAGAI cara bisa dilakukan, untuk mempererat tali silaturahmi serta menjaga kekompakan. Salah satunya di bulan Ramadan ini, dengan mengadakan Buka Bersama (Bukber).

Hal ini yang dilakukan karyawan-karyawati PT Wahana Semesta Linggau (Penerbit Harian Pagi Linggau Pos), Sabtu (26/5). Sejak pukul 17.00 WIB seluruh karyawan berkumpul di Hotel Burza Kota Lubuklinggau untuk bersilaturahmi sekaligus mendengarkan tausiyah dari Ustad Ahmad Fikri.

Masing-masing karyawan membawa keluarga mereka, tampak ketika berkumpul satu persatu karyawan berbaur dan saling menyapa satu sama lain. Mengingat momen seperti ini mereka bisa saling berbincang dengan keluarga mereka satu sama lain.

Pukul 17.30 WIB, acara Bukber diawali dengan pembukaan, dan sambutan PT Wahana Semesta Linggau, Solihin. Lalu dilanjutkan dengan mendengarkan tausiyah dari Ustad Ahmad Fikri yang mengajak seluruh karyawan Harian Pagi Linggau Pos untuk menunaikan amalan-amalan yang disukai Allah SWT.

Diceritakannya, Nabi Musa pernah bertanya kepada Allah SWT dari semua ibadah seperti salat, puasa dan zikir yang ia laksanakan, ibadah mana yang paling disukai Allah SWT.

Allah menjawab, ibadah salat dilakukan untuk diri sendiri, agar terhindar dari perbuatan keji dan mungkar. Begitupun dengan ibadah puasa juga hanya manfaat bagi diri sendiri, agar terhindar dari hawa nafsu. Lalu zikir pun untuk diri sendiri, agar mendapat ketenangan hati.

“Musa heran, lantas bertanya apa ibadah yang engkau sukai ya Allah. Allah menjawab, ibadah yang membuat aku senang adalah sedekah. Yakni saat kau memberikan sesuatu yang kau miliki, untuk menyenangkan orang lain,” ceritanya.

Dilanjutkannya, Allah mengatakan di samping orang miskin ada Allah SWT, ketika kamu membuatnya (si miskin) bahagia saat itu juga Aku (Allah SWT) senang.

Dari cerita ini Ustad Fikri mengingatkan seluruh keluarga besar Harian Pagi Linggau Pos untuk tidak lupa menjaga Hambluminannas, selain melaksanakan Habluminallah.

“Yang terpenting lagi saat bersedekah, harus ikhlas. Ketika tidak ikhlas tidak akan berpahala. Dan justru sebaliknya dosa yang diterima ,” jelasnya.

Selain itu, ia melanjutkan ceritanya ada seorang ahli ibadah bernama Abu bin Hasyim yang rajin melaksanakan semua ibadah. Namun suatu ketika ia akan berwudhu untuk qiyamul lail, malaikat menunggunya di tepian sungai tempat berwudhu. Ia membawa buku daftar nama-nama orang yang dicintai Allah, ia yakin di sana ada namanya.

“Ketika dimintanya malaikat untuk membuka buku tersebut berkali-kali, namun tidak ada namanya,” ungkap Ustad Fikri.

Abu bertanya karena penasaran kepada malaikat, kenapa namanya tidak ada. Malaikat menegaskan, pada dasarnya ia sangat tahu intensitas dan kualitas ibadah yang ditunaikan Abu bin Hasyim terhadap Allah SWT. Namun, ketika ia ingin mencatat amal baik itu, tangan Malaikat ditahan oleh Allah.

Malaikat menjelaskan, penyebabnya karena Abu terlalu sibuk dalam urusan dirinya sendiri dengan Allah SWT. Belum lagi disertai kesombongannya yang sering pamer tentang ibadahnya ke para sahabat. Sementara ia melupakan rasa kepedulian sesama manusia. Ia tidak peduli, kalau tetangganya ada yang tak makan (kesusahan,red).

“Untuk itu, mari kita perbanyak sedekah, agar kita menjadi umat yang dicintai Allah. Tanpa mengurangi ibadah kita kepada Allah,” tutup Ust Fikri mengakhiri tausiyahnya. (*)

Rekomendasi Berita