oleh

Bersaing Dapatkan Beasiswa Sawit Indonesia

LINGGAU POS ONLINE – Sebanyak 272 pelajar dari kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengikuti tes untuk mendapatkan Beasiswa Sawit Indonesia 13-15 Agustus 2019. Berbeda dengan tiga tahun lalu, tes yang biasanya terpusatkan di Kota Palembang, tahun ini diselenggarakan di SMK Pertanian Negeri 2 Tugumulyo, di Jl SPMA, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Kepala SMK Pertanian Negeri 2 Tugumulyo, H Yusep Mubarak, Rabu (14/8) menjelaskan siswanya sendiri ada 70-an orang yang daftar secara online untuk mengikuti Seleksi Penerima Beasiswa Sawit Indonesia tersebut.

“Karena pendaftar dari Kabupaten Musi Rawas (Mura) ini terbanyak se-Sumsel, maka tuan rumahnya kami. Kami berusaha menyediakan fasilitas terbaik untuk para peserta seleksi. Semoga lancar sampai akhir besok (hari ini,red),” terang Yusep.

Panitia Pelaksana Mewakili Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Koko Setyawan menjelaskan tes ini bukan hanya diselenggarakan di Sumsel.

“Jadi se-Indonesia itu, ada 3.050 pendaftar. 272-Nya dari Sumsel. Nah, se-Sumsel, pendaftar terbanyak dari Musi Rawas jumlahnya 71 orang. Makanya kami pusatkan di sekolah ini. Kalau tahun-tahun sebelumnya, pendaftar paling banyak dari Palembang. Makanya tesnya pun dipusatkan di Palembang. Dari 3.050 peserta tes itu nanti, kuota yang akan diterima hanya 750 orang. Jumlah ini meningkat dibanding 2018 lalu hanya 420 orang,” terang Koko.

Para peserta tes ini, tidak semuanya hadir sesuai yang dijadwalkan. Meski begitu, bagi yang masih berkeinginan ikut tes masih diperkenankan untuk mengikutinya hari ini di SMKN Pertanian 2 Tugumulyo.

Tes yang diikuti para peserta ini, meliputi pengetahuan akademik, pengetahuan kepala sawit,tes buta warna, tes tinggi badan dan tes psikologi (psikotes dan wawancara) bersama tiga psikolog yang dihadirkan panitia.

Proses tes memakan waktu lebih kurang 90 menit. Dengan soal-soal pilihan ganda.

“Pengumuman hasil tes nanti 31 Agustus 2019 secara online di web alpensi.id. Setelah itu, mereka akan diundang untuk hadir ke masing-masing kampus sesuai dengan yang mereka pilih saat pendaftaran online. Ada yang ke AKPY Stiper, Politeknik Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta,  Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE) , Politeknik Kampar Riau dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan  (STIPAP) Medan. Di masing-masing kampus, mereka akan dicek kesehatan, ada riwayat penyakit atau tidak. Karena mereka nanti akan ditugaskan di perkebunan yang harus siap fisik. Termasuk dicek urinenya terbukti bersih dari narkoba atau tidak. Jika ternyata ditemukan kendala di sini (tes kesehatan, red) akan dikembalikan ke daerah asal. Tapi jika lulus, lanjut untuk mendapatkan fasilitas beasiswanya,” jelas Koko.

Ketika sudah dinyatakan memenuhi syarat, barulah akan mendapat beasiswa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDB) Kelapa Sawit yang bernaung dibawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Beasiswa ini ada yang untuk program D1, D3 dan D4.

Fasilitas yang didapatkan oleh calon mahasiswa yang lolos seleksi, antara lain transpor dari rumah sampai ke kampus pulang pergi, biaya pendidikan, biaya buku, uang saku termasuk kost atau asrama, magang di perkebunan besar biasanya di Pulau Kalimantan, memperoleh Sertifikat Pendamping Ijazah (SPI) dan ijazah.

“Dalam empat angkatan yang lulus ini, 80 persen alumninya terserap di dunia kerja. Sebagian besar langsung kerja di perkebunan sesuai Prodi di kampus. Biasanya alumni D1 akan bekerja selevel mandor. Sementara yang lulus D3 dan D4 selevel dengan staf Agronomi,” jelasnya. (lik)

Rekomendasi Berita