oleh

Berkurban dengan Berikan Pelayanan Terbaik

Idul Adha, Head of Samsat Kurban Sapi

Perdana, pada Idul Adha 1439 H ini Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Badan Pendapatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), berkurban sapi. Bagaimana Head of UPTB Bapenda Sumsel wilayah Kota Lubuklinggau memaknainya?

Laporan Peny Anggraini, Air Kuti

UPTB Sumsel sebelumnya dikenal Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Lubuklinggau. Kemarin, Sabtu (25/8) sejak pukul 08.00 WIB sebagian besar pegawai Samsat Kota Lubuklinggau sudah berkumpul di halaman kantor, tepatnya di Jalan Pembangunan, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Meskipun hari libur, mereka tetap ke kantor, karena akan dilakukan pemotongan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah.

Kurban seekor sapi tersebut dari Head of UPTB Bapenda Provinsi Sumsel wilayah Kota Lubuklinggau, Addi Ramdhoni untuk keluarga besar Samsat Kota Lubuklinggau dan warga sekitar. Sedikitnya ada 100 kupon yang dibagikan, dan pengambilan daging dimulai sejak pukul 11.00 WIB.

Addi Ramdhoni menjelaskan, kurban yang dilakukannya untuk menjalankan perintah Allah SWT, selain itu memberikan pembelajaran bagi pegawai Samsat Kota Lubuklinggau untuk memiliki sikap berbagi kepada orang lain. Apalagi Samsat merupakan salah satu OPD pelayanan publik.

Tidak hanya itu, momen Idul Adha juga dijadikan ajang mempererat silatutahmi antar keluarga besar Samsat Kota Lubuklinggau dengan warga sekitar.

“Untuk pegawai Samsat Kota Lubuklinggau hendaknya dimaknai dengan bersedia melakukan pengorbanan atau berkurban dengan memberikan pelayan terbaik kepada seluruh Wajib Pajak (WP) di Kota Lubuklinggau,” ungkap Addi Ramdhoni.

Samsat Kota Lubuklinggau terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik, salah satunya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi WP saat melakukan pembayaran di Samsat Kota Lubuklinggau. Seperti, melakukan renovasi kecil, tambah sarana dan prasarana, dan kembali mengoptimalkan kolam ikan.

“Biar WP tidak jenuh sambil nunggu bisa lihat kolam ikan,” ucap alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini.

Tidak hanya itu, untuk mempermudah WP, Samsat Kota Lubuklinggau sudah menyusun jadwal standby mobil Samsat Keliling (Samling). Senin di depan Masjid Agung As-Salam, Selasa di depan Masjid Al-Amin Kelurahan Ulak Surung, Rabu sekitaran Gedung Olah Raga (GOR) Megang, Kamis Komplek Parkiran Pasar Satelit.

Selanjutnya Jumat di komplek parkiran Pasar Ikan Simpang Periuk, dengan jam pelayanan dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Setiap harinya ada 150 berkas yang masuk di Samsat Kota Lubuklinggau, 30 berkas dari Samling. Realisasi saat ini sudah 62 persen atau Rp 35.375.147.659 dari target yang ditetapkan 57.179.900.000.

Kendaraan WP yang terdata di Samsat Kota Lubuklinggau ada 108 ribu motor, dan 19 ribu mobil.

“Yang nunggak sebagian besar motor,” tambah Addi Ramdhoni.

Untuk meningkatkan kesadaran WP membayar pajak tepat waktu, Samsat Kota Lubuklinggau bekerja sama dengan Satlantas Lubuklinggau akan melakukan razia kendaraan.

Ada beberapa titik yang akan dilakukan razia, dengan jadwal yang sudah ditentukan.

“Sudah di konsep dan ditentukan jadwalnya tinggal action,” cetus Addi Ramdhoni. (*)

Rekomendasi Berita