oleh

Berkenalan dengan Diah Giordano “Sambal Calok”, Jeme Pagaralam yang Tinggal di Italia

LINGGAUPOS.CO.ID – Diah Giordano (33), jeme Pagaralam yang kini tinggal di Italia mendadak terkenal. Ini setelah videonya viral di media sosial. Bagaimana ia mengenalkan Bahasa Besemah kepada suaminya yang bule.

Diah mengunggah video itu di akun youtube bernama Diah Giordano- pada 17 April 2021. Dalam video ini Diah menggambarkan suasana tempat tinggalnya. Di Kota Prato Tuscany, Italia. Ia memakai Bahasa Besemah. Pun saat bercakap dengan dengan suaminya yang asli Italia itu.

“Sambal calok,” ucap Eros Giordano, sang suami, ketika Diah menanyakan makanan dusun kesukaannya. Diah nampak tertawa lepas mendengarnya. Hingga Jumat (23/4), video itu sudah ditonton 40 ribu kali dengan hampir seratus komentar.

Dari Youtube, video itu lalu menyebar ke media sosial seperti instagram. Ini membuat nama Diah dan sambal caloknya kian ngehits. Diah lalu mengunggah satu video lagi ke akun youtube-nya Jumat (23/4/2021). Isinya adalah ucapan terimakasih lantaran video ‘sambal calok’ viral di Indonesia bahkan di Italia sendiri. “Jangan banyak ige makan calok,” kata Eros, suami Diah. Sekali lagi sambal calok bergema.

“Waalaikum salam. Aiy cacam ase jadi artes diwawancarai, he,he,” tulis Diah ketika Wartawan Ini mengirimkan pesan WA kepadanya Jumat. Diah pun nampak kaget karena Wartawan mendapatkan nomor WA-nya. Setelah dijelaskan, ia menyambut wawancara itu dengan terbuka. “Tuape kah ditanyekah,” kata ibu Kaylo Giordano ini .

Wanita bernama asli Diah Pitaloka itu tidak pernah menyangka video itu akan viral di jagat Medsos. Sebabnya video ini dibuat secara tak sengaja. Ide memunculkan sambal calok pun datang tiba-tiba ketika rekaman video sudah berjalan.

“Dek keruan nak ngicek tape nunjuk i laki base dusun. Entah ngape tibe-tibe terupok nga sambal calok,” tuturnya. Maksudnya adalah tak tahu harus memulai dari mana untuk mengajari sang suami Bahasa Besemah.

Tentu tak mudah bagi Eros menghafalkan kata-kata dalam Bahasa Besemah itu. Diah menghitung, suaminya itu butuh sekira 5 menit supaya hafal luar kepala dua kata: sambal calok. “Kalau kalimat mabok makan dinces tu lame juge. Mungkin 1 jam-an baru bisa hafal,” ujar Diah. Sementara kalimat apa kabar sudah dikuasai sang suami dengan baik. Pun dengan udem makan, dan tape digawe, sudah dikuasai Eros dengan nyaris sempurna.

Ide membuat video berbahasa Besemah sendiri didapat setelah Diah mendapatkan saran dari kawan satu SMA-nya: Binggi jeme Dusun Muara Siban. Juga saran dari Youtuber asal Tanjung Sakti yang kini tinggal di Rusia: Annisah Bohay. “Die lah terkenal karena memakai base dusun,” ucap Diah.

Di Dusun Gunung Agung Lama, Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara, Watini (58), sang ibu memang selalu berpesan supaya Diah tak melupakan Bahasa Besemah.

“Ajarkan juga suami dan anak-anakmu base dusun,” ujar Wati, menirukan kembali pesannya kepada Diah, saat ditemui wartawan di kediamannya kemarin. “Make pacak aku ngobrol,” lanjut Wati, lantas tertawa lepas.

Diah adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Sejak 2019 ia tinggal di Italia. Di mata Sarah Anjasmara (25), sang adik, Diah tak pernah berubah. Masih seperti dulu yakni ramah dan supel terhadap siapapun. “Base dusun-nya tak pernah lepas walau sudah tinggal di negara Italia,” ucap Sarah.

Demikianlah Diah berhasil membuat beberapa kosa kata Bahasa Besemah menjadi terkenal di Italia. Tengok saja videonya yang terbaru di youtube-nya yang menggabarkan bagaimana lucunya beberapa warga Italia mengucapkan kata-kata ‘Sambal Calok’.(*)

Sumber: sumeks.co

Rekomendasi Berita