oleh

Berkat Guru, Ditunjang Fasilitas Lengkap

Siswa SMA Xaverius Raih Nilai UNBK Tertinggi

Dua tahun berturut-turut, siswa SMA Xaverius Lubuklinggau meraih nilai UNBK tertinggi se-Kota Lubuklinggau. Tahun 2018 ini, Martin Stanley Wijaya dan Riski yang meraihnya.

Laporan Sulis, Sidorejo

Ada 3.206 siswa SMA/MA mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kota Lubuklinggau tahun 2018. Dari jumlah tersebut, siswa SMA Xaverius Lubuklinggau atas nama Martin Stanley Wijaya meraih nilai UNBK tertinggi se-Kota Lubuklinggau untuk jurusan IPA. Sementara Riski yang juga siswa SMA Xaverius meraih nilai UNBK tertinggi untuk kategori Jurusan IPS.

Untuk tahu kiat belajar kedua siswa ini, sehingga bisa meraih nilai UNBK tertinggi, saya sengaja datang ke SMA Xaverius, tepatnya di Jalan Tapak Lebar Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Jumat (4/5).

Sekira pukul 09.25 WIB saya tiba di sekolah terakreditasi A itu. Sebagaimana biasa, setelah menyapa pegawai Tata Usaha (TU), saya dipersilakan ke ruangan Kepala SMA Xaverius, IG Maryanto, yang letaknya menyatu dengan ruang TU.

Pak IG Maryanto menyapa saya dengan ramah. Sembari membenarkan posisi duduk, dan merapikan berkas-berkas di atas meja kerjanya. Bapak yang kerap saya panggil Pak IG itu menjelaskan tentang kesyukurannya atas pencapaian para siswa pada UNBK tahun ajaran 2017/2018 ini.

“Ia, kami sangat bersyukur, dengan simulasi, dan persiapan yang kami lakukan. Siswa bisa meraih nilai terbaik. Doa kami, mereka bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan lancar. Dan sudah pasti, kami doakan mereka sukses,” terang IG Maryanto.

Agar bisa mendapatkan data yang lengkap, IG Maryanto juga mengizinkan saya untuk bincang dengan Martin dan Riski. Kebetulan keduanya ada di sekolah.

Saat asyik duduk di area parkir, saya mengajak kedua siswa ini masuk ke ruang kepala sekolah untuk wawancara.

Pertama kalinya saya wawancara dengan Martin, putra kedua Johan Wijaya dan Cynthia Ratna Dewi Tan itu terkesan amat welcome.

Mengenakan seragam batik khas Xaverius, dipadu celana putih, Martin duduk tepat di sebelah kanan saya.

“Saya sebenarnya tidak tahu kalau mendapat nilai UNBK tertinggi. Tapi tadi dari sekolah, ada guru yang ngasih tahu. Makanya saya ke sekolah. Mau mastiin nilai-nilainya,” jelas Martin.

Dari kertas hasil UNBK yang ditunjukkan kepala sekolah, nilai yang diraih Martin, Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 92, Bahasa Inggris 72, Matematika 82,50, Fisika 72,50.

Siswa yang hobi nonton animasi itu mengumpulkan nilai UNBK 319,0 mengungguli ribuan siswa MA/SMA se-Kota Lubuklinggau.

Martin mengaku beruntung bisa mendapat nilai tertinggi. Menurutnya itu tak terlepas dari bimbingan guru SMA Xaverius.

“Di sini, kami bisa belajar dengan fasilitas yang lengkap. Dari sisi kegiatan pembelajaran, guru memang berusaha mendidik dengan cara menyenangkan. Saya jadi terbiasa memahami konsep, bukan menghafal. Saya juga tidak harus ikut Bimbingan Belajar (Bimbel) di luar sekolah. Karena kisi-kisi untuk UNBK sudah disiapkan sekolah,” jelas calon Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Atmajaya Yogyakarta ini.

Langganan Juara Kelas itu berharap, pencapaiannya di Xaverius bisa dipertanggung jawabkan dan sukses di masa depan.

Martin yang tinggal di Kelurahan Wirakarya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II itu ingin membuat bangga bapak ibu guru di SMA Xaverius.

Selain Martin, siswa atas nama Riski juga mengharumkan nama SMA Xaverius dengan raihan nilai UNBK tertinggi se-Kota Lubuklinggau dari jurusan IPS. Riski meraih Nilai 310,0 dengan rincian Bahasa Indonesia 82, Bahasa Inggris 78, Matematika 65, dan Ekonomi 85.

Siswa yang berencana mengikuti SBMPTN Unsri itu berkeyakinan nilai UNBK yang dicapainya tidak terlepas dari persiapan maksimal yang dilakukan sekolah.

“Dari awal memang sekolah sudah menjelaskan akan menyelenggarakan UNBK. Kami juga berulang kali simulasi. Bahkan kami tak harus Bimbel. Tapi persiapannya sangat matang. Jadi saya rasa itu yang menambah kepercayadirian saya mengerjakan soal UNBK ini,” jelas lajang kelahiran 11 Maret 2000 itu.

Putra sulung Burhan dan Yuliani itu ternyata selama di SMA Xaverius memang kerap juara kelas.

Siswa yang sebelumnya duduk di kelas XII IPS 2 itu berharap, pencapaiannya ini bisa jadi penyemangat untuk sukses di perguruan tinggi nantinya.

“Kami mohon doanya ke bapak ibu guru,” jelasnya. (*)

Rekomendasi Berita