oleh

Berkas Balon Kades Ada yang Meragukan

Perwakilan Dinas Pendidikan, Abdul Kadir
“Ada beberapa berkas Balon Kades yang dianggap meragukan atau perlu dikroscek lebih jelas…”

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Hari kedua proses verifikasi administrasi Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades) pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak kedua tahun 2017. Tiga balon kades yang dipanggil, lantaran adanya perbedaan nama atau keterangan di ijazah mereka.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A) Kabupaten Muratara, Firdaus mengatakan hari kedua ini, sudah lebih dari separuh berkas Balon Kades yang diverifikasi.

Bapak yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Panitia Pilkades Serentak Kedua tingkat kabupaten tahun 2017. Dijelaskannya, untuk tim tingkat kabupaten selain pihaknya, dilibatkan juga dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Inspektorat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Muratara.

“Setiap OPD mengecek pemberkasan sesuai dengan bidang masing-masing, seperti untuk ijazah itu diverifikasi oleh Dinas Pendidikan, untuk identitas diri KTP maupun Kartu Keluarga itu Disdukcapil, begitu juga dalam keterangan kesehatan oleh Dinkes,” ucapnya kemarin.

Menyangkut adanya berkas Balon Kades yang ada perbedaan nama atau keterangan di ijazah, maka yang bersangkutan akan dipanggil untuk memberikan keterangan sesuai aslinya.

“Masa verifikasi di tingkat kecamatan sudah dimulai sejak kemarin. Insya Allah hari ini verifikasi dapat diselesaikan sesuai target kita hari ini tuntas, selanjutnya setelah seluruhnya diverifikasi maka akan kita buatkan kesimpulan dan akan disampaikan ke Panitia Desa, untuk selanjutnya menetapkan Balon Kades yang lulus secara administrasi, “paparnya.

Berdasarkan informasi dari hasil rapat panitia kabupaten perwakilan Disdik, Abdul Kadir menambahkan dari 25 desa yang melakukan Pilkades serentak kedua tahun 2017 ada sebanyak 102 berkas bakal calon Kades yang diverifikasi oleh panitia kabupaten. Yang saat ini masih berlangsung.

Menurutnya, untuk sampai saat ini sudah lebih dari 50 persen yang diverifikasi. Namun, ada beberapa berkas Balon Kades yang dianggap meragukan atau perlu dikroscek lebih jelas. Maka akan dipanggil untuk menjelaskan langsung seperti ada perbedaan nama antara ijazah SMP dan SD saat ini ada tiga orang dan dipanggil dan diminta perbaikan.

“Sampai saat ini untuk Balon Kades yang memiliki perbedaan nama maupun keterangan antara Ijazah SD, dengan ijazah SMP sebanyak 3 orang. Tapi sudah kami panggil dan diminta untuk memperbaiki hingga esok hari, mengingat masa tim kabupaten hanya besok saja,” bebernya. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita