oleh

Berjam-Jam, Pelayanan Dipertanyakan

Aliran Listrik RSUD Empat Lawang Padam

Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang patut dipertanyakan. Aliran listrik di RSUD pada Jumat (1/12) sore padam hingga berjam-jam. Mengapa bisa begitu?

Muhammad Iqbal Bakti, Tebing Tinggi

Informasi dihimpun, listrik padam di RSUD Empat Lawang dari pukul 16.00 hingga 20.00 WIB. Padahal saat itu kondisi listrik di sekitar RSUD menyala, diduga aliran listrik di RSUD Empat Lawang mengalami korsleting.

Parahnya lagi genset milik RSUD Empat Lawang tidak bisa digunakan langsung karena tidak memiliki stok bensin. Saat itu ada pasien pulang karena merasa kesal dengan kondisi listrik di RSUD Empat Lawang.

Anggota Komisi III DPRD Empat Lawang, Indra Farazak sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurut dia, RSUD itu merupakan pelayanan publik, yang mana harus selalu siap. Baik itu dari Sumber Daya Manusia (SDM) maupun dari sarana dan prasarana.

“Memang tugas RSUD itu berat, sebab banyak menyelamatkan nyawa masyarakat. Sebab itu jangan sampai adanya kejadian tersebut, pelayanan RSUD berkurang dan tidak bisa melayani masyarakat secara maksimal,” kata Indra anggota DPRD Empat Lawang dari fraksi PKB, Minggu (3/12).

Kejadian tersebut, kata Indra, harus menjadi pelajaran untuk pihak RSUD Empat Lawang. Jangan sampai kejadian serupa kembali terjadi.

“RSUD harus segera berbenah, harus periksa semua titik atau seluruh fasilitas pelayanan. Kejadian tersebut harus menjadi pelajaran bagi pihak RSUD,” imbuhnya.

Plt Direktur RSUD Empat Lawang, dr Devy Andrianty melalui Kabid Pelayanan, Eli Yanti membenarkan adanya listrik padam di RSUD Empat Lawang pada Jumat (1/12). Namun untuk waktu padam berdasarkan informasi yang disampaikan dari petugas RSUD saat itu sekitar pukul 18.15 WIB sampai 19:55 WIB.

“Petugasnya sudah saya hubungi. Memang saat itu ada korsleting, tidak koneknya genset dengan aliran listrik PLN. Namun saat itu teknisi RSUD langsung ke lokasi dan memperbaikinya,” kata Elin saat dihubungi Harian Empat Lawang, Minggu (3/11).

Dirinya pun membantah, adanya informasi yang menyebutkan, jika saat itu RSUD tidak memiliki stok bensin.

“Waktu itu petugas baru saja meminta kepada saya untuk keperluan membeli bensin sebanyak 100 liter. Buktinya pun saya ada, tidak benar kalau ada yang menyebutkan RSUD tidak ada stok bensin,” tegasnya.

Saat ini lanjut dia, kondisi listrik sudah stabil. Ia pun menjamin tidak akan kembali terulang kejadian tersebut.

“Insya Allah tidak akan lagi terulang. Sebab sudah kita perbaiki. Kami pun mohon maaf adanya kejadian tersebut kepada masyarakat terutama kepada pasien RSUD,” tuturnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita