oleh

Beri Penghargaan Untuk Perempuan Hebat

Peringatan Hari Ibu ke-89 di Muratara

MEMPERINGATI Hari Ibu ke-89, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A) Kabupaten Muratara bekerja sama dengan TP PKK dan instansi lainnya menyelenggarakan berbagai kegiatan.

Mulai dari perlombaan Gerakan Sayang Ibu (GSI) tingkat kabupaten, yang dilaksanakan sejak pertengahan November 2017, dilanjutkan dengan seminar kecantikan kulit pada Jumat (15/12) lalu.

Kali ini, bertempat di halaman Kantor Bupati Muratara, puncak kegiatan peringatan Hari Ibu dengan rangkaian penyerahan berbagai hadiah kepada juara perlombaan dalam memeriahkan peringatan tersebut, Seperti lomba kebaya, lomba pasangan pakaian serasi dan lomba memasang dasi.

Namun yang menjadi berbeda dibandingkan dengan kegiatan peringatan Hari Ibu sebelumnya, yakni pemberian penghargaan kepada lima perempuan yang dinilai menginspirasi dan inovasi bagi masyarakat khususnya kaum perempuan.

Kelima perempuan-perempuan hebat tersebut yakni, Sumi’ah, Syamsiro, dr Henny, Hj Gusti Rohmani, dan Hj Devi Suhartoni.

Kelima perempuan tersebut dianggap hebat, mampu memberikan inspirasi, motivasi bagi kaum hawa di Kabupaten Muratara.

Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat yang diwakili oleh Sekda, Abdullah Matcik menyampaikan apresiasi atas terlaksananya peringatan Hari Ibu dan HUT Dharma Wanita Persatuan ke 18 tahun 2017.

Slogan Muratara Bangkit, sebagaimana Visi mewujudkan Kabupaten Muratara yang Makmur Aman Cerdas dan Bermartabat. Diawali dari kehidupan rumah tangga di mana para ibu-ibu membimbing para anak-anak mereka kepada hal yang baik dan menjaga mereka dari hal-hal buruk seperti pergaulan bebas.

“Kita miris melihat negeri saat ini, karena bukan hanya memerangi Narkoba. Tapi adanya Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang jelas dilarang oleh agama, karena merusak akhlak para generasi muda,” ucapnya.

Untuk itulah, pada peringatan Hari Ibu ini diharapkan para orang tua untuk mengawasi, menjaga putra dan putrinya agar tidak terkena penyakit LGBT. Begitu juga dari mabuk-mabukan.

“Mau dikemanakan generasi kedepan. Kalau sudah mabuk-mabuk, narkoba, dan LGBT. Mudah-mudahan tidak masuk Kabupaten Muratara,” harapnya. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita