oleh

Beri Kebebasan Anak Berkreasi

Kegiatan Menempel Tingkatkan Motorik Halus Anak

Menempel merupakan proses terakhir dari kegiatan 3M, yakni mewarnai, menggunting dan menempel. Proses dalam menempel mempunyai tujuan motorik yang sangat nyata, karena dalam menempel potongan gambar diperlukan ketelitian, kesabaran, keterampilan dalam proses penempelan gambar.

Laporan Qori Musdhalifah, Lubuklinggau

MEWARNAI, menggunting dan menempel mempunyai tujuan motorik karena dapat diukur dari hasil keterampilan dalam menempel gambar.

Penempelan gambar dikatakan baik jika tepat pada tempat yang telah disediakan berupa bentuk kolom kosong yang terdapat garis pinggirnya untuk membatasi objek gambar yang telah diwarnai.

Kegiatan menempelkan gambar telah disediakan tempat yang biasanya sudah ada batas-batasnya, yaitu ruangan kosong yang bentuknya sama dengan bentuk yang diwarnai. Urutan mewarnai, menggunting dan menempel merupakan satu rangkaian walaupun pelaksanaannya sendiri-sendiri.

Seperti yang dilakukan anak didik PAUD Bina Insani, minggu lalu (Rabu, 25/10), anak didiknya melakukan kegiatan menempel gambar nenek, di mana anak-anak menempelkan gambar tongkat dan kacamata pada gambar nenek yang telah disediakan di buku mereka masing-masing.

“Sebelum kegiatan menempel, anak-anak juga sempat mewarnai dan menggunting bagian yang akan di tempel. Semua anak sangat antusias melakukan kegiatan ini, bahkan kegiatan ini mereka lakukan sambil bernyanyi riang lagu nenek Upin dan Ipin,” ujar Kepala PAUD Bina Insani, Siti Aisyah.

Proses kegiatan menempel untuk anak usia dini selalu menekankan kepada kebebasan anak untuk berkreasi. Kreativitas anak akan tertuang dan dapat dilihat dalam hasil karya anak-anak.

Selain itu, menempel untuk anak usia dini dapat menggunakan berbagai macam bahan dan media. Karena kegiatan ini dirancang dengan sangat baik dan menarik, dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi anak untuk mengikuti kegiatan menempel.

“Selain itu, kegiatan menempel dapat mengembangkan kemampuan motorik halus, mampu memecahkan masalah, mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak, melatih konsentrasi anak, melatih kepercayaan diri anak, dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi pada anak dan lainnya,” ujarnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita