oleh

Berhasil Boyong Tujuh Medali Emas

Atlet Tinju Harumkan Lubuklinggau

Atlet dan Pelatih Tinju Kota Lubuklinggau menghadap Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe, Senin (7/1). Mereka menyampaikan kabar gembira hasil keikutsertaan dalam Tinju Piala Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 25-29 Desember 2018.

Laporan Andy Wiji Haryanto, Lubuklinggau

SANG Pelatih Muslim Kamar (45) turut mendampingi para atlet ini untuk menghadap Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe di ruang kerjanya (Kantor Walikota Lubuklinggau), kemarin.

Muslim Kamar mengatakan, saat mengikuti kejuaraan Tinju Piala KONI PALI, 13 atlet binaan itu meraih tujuh emas, tiga perak dan satu perunggu.

Dibantu tiga official, Muslim Kamar menjelaskan, atlet peraih medali emasnya Tiara Valentina(16), Intan Awindi (15), Aida Fadilah(15), Gery Pratama (16), Rendi Januarsah (13), Dinda(10) dan Ferdi(13).

Sedangkan yang mendapatkan perak Desra Putri (13), M Jailani (10) dan Faridah Tri Novrianti (10). Sementara medali perunggu diraih M Satrio (17)

“Tidak hanya itu, atlet kami juga menjadi petinju terbaik se-Sumsel yakni Gery Pratama dan Petinju Harapan se-Sumsel atas nama Rendi Januarsah,”kata Muslim Kamar dengan penuh rasa bangga.

September 2019 lanjut Muslim, lima atletnya mendapat kesempatan dari Sekretaris Persatuan Tinju Amatir Seluruh Indonesia (Pertina) Sumsel untuk mengikuti Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) di Provinsi Bengkulu.

“Oleh karena itu, kami ke Pemkot untuk meminta support, karena jika tidak tentu akan kesusahan. Sebab selama ini kami sangat kurang diperhatikan, sedangkan anak-anak ini punya prestasi, contohnya saja ikut lomba di Kabupaten PALI ini, kami dengan biaya seadanya,” lanjut Muslim.

Diceritakan Muslim, yang paling mengharukan ketika lomba kemarin, waktu memasuki babak final, timnya kehabisan uang.

“Uang saat itu tinggal Rp6 ribu untuk pulang pun susah, alhamdulillah kita menang, jadi uang kemenangan tersebut dipotong 30 persen untuk biaya pulang,” tuturnya.

Diakuinya, bahwa Walikota sudah sangat perhatian, namun harus ada yang benar-benar mengurusi tinju seperti Dispora ataupun KONI, yang memang membidangi olahraga.

“Terutama untuk para pengurus Pertina Kota Lubuklinggau, jika tidak mau mengurusi Pertina, ganti dengan yang lain, yang memang mau mengurusi Pertina, terus terang saja, saya sedih melihat anak-anak ini, presetasinya ada, namun dukungannya sangat minim. Buktinya 2018 kemarin, kita dapat dua perak diajak Kejurnas 2018 di Bengkulu atas nama Intan Awindi,” sambung Muslim.

Tak hanya itu, atlet-atletnya juga belum punya tempat latihan.

“Kami latihan di rumah Tiara dan ketika hujan kami harus menumpang di gedung yang tidak terpakai di Pasar Satelit. Ke depan, target saya, anak-anak ini ada yang lolos ikut PON 2020 di Papua, syaratnya harus bisa mendapatkan emas atau minimal perak saat Porwil mendatang,” imbuhnya.

Untuk persiapannya, harus ada Training Centre (TC) dan asupan gizi serat tempat latihan yang layak, namun harus ada dukungan. (*)

Rekomendasi Berita